Cara Menentukan Jumlah Karyawan yang Harus Direkrut

Cara Menentukan Jumlah Karyawan yang Harus Direkrut

Sebelum menentukan berapa jumlah karyawan yang Anda butuhkan, yang pertama harus Anda lakukan adalah menganalisis bisnis Anda karena menentukan jumlah karyawan yang harus direkrut itu sangat tergantung dengan besar kecilnya bisnis dan pekerjaan apa saja yang dibutuhkan di situ. 

Kalau bisnisnya kecil, bisa saja Anda lakukan sendiri atau dengan pasangan. 

Tetapi jika bisnisnya mengharuskan ada tenaga ahli (keuangan, pemasak, customer service, dan lain-lain), tentu Anda harus memperhitungkan jumlah yang diperlukan. 

Baca juga: Apa Bedanya Aset dan Liabilitas?

Kalau bisa, tekan jumlah yang dibutuhkan sampai seminimal mungkin.

Beberapa perusahaan pemula sebaiknya mencari karyawan yang memiliki kemampuan dalam beberapa pekerjaan sehingga Anda bisa menghemat pengeluaran untuk gaji karyawan lebih banyak. 

Lagipula karena itu bisnis baru maka pekerjaannya juga belum terlalu berat sehingga masih bisa di-handle oleh sesedikit mungkin karyawan. 

Tapi, kalau nanti sudah semakin ramai, baru Anda mencari karyawan tambahan yang sesuai spesifikasi di masing-masing lini. 

Jangan paksa karyawan untuk melakukan pekerjaan yang bebannya semakin berat. 

Nanti malah kualitasnya akan jauh berkurang.

Jangan lupa, Anda juga harus menghitung budget. 

Jadi, Anda tahu berapa orang karyawan yang mampu digaji oleh Anda. 

Ingat, beberapa bulan pertama adalah masa yang berat. 

Anda bisa jadi hanya melakukan pengeluaran terus sementara pemasukan sedikit karena sedang membangun pasar. 

Jadi, harus dihitung dengan benar ketersediaan budget Anda untuk membayar karyawan beberapa bulan ke depan. 

Memang akan ada pendapatan kalau bisnis sudah dibuka, tapi sebagai langkah jaga-jaga, Anda harus tetap budgeting dana gaji untuk karyawan selama tiga bulan ke depan di luar pendapatan. 

Ini untuk berjaga kalau-kalau pada tiga bulan pertama bisnis belum bisa maju pesat. 

Lebih baik berjaga-jaga daripada kesulitan nantinya, bukan?

Jadi, kalau semua sudah dianalisis dari awal, itu bisa membuat Anda benar-benar terencana karena sering ada perusahaan yang mencari karyawan secara membabi buta karena membutuhkan karyawan di posisi-posisi itu, tapi tidak memperhatikan budget. 

Akhirnya, pengeluaran jadi lebih banyak dari pendapatan. Tentu saja itu menyulitkan perusahaan itu sendiri.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Bisnis Mainan Anak SD yang Menguntungkan

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

Contoh Teks Sales Menawarkan Produk

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Konsep A3 dari Pelayanan Prima! Berikut Penjelasan Singkatnya

Contoh Teks Mempromosikan Produk Seperti Pakaian, Kecantikan maupun Elektronik

Mengelola Modal Usaha Playground Indoor Dengan Lebih Hemat

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya