Postingan

Hedline

Strategi Bisnis Mengatasi Masalah Bahan Baku yang Mengalami Kenaikan Harga

Gambar
Ada beberapa masa ketika inflasi naik sehingga meng akibatkan semua harga ikut naik, termasuk harga bahan baku untuk produksi semua perusahaan. Jika sudah demikian, seringkali pebisnis mengambil keputusan untuk menaikkan harga produk mereka atau mengurangi jumlah bahan baku dengan harga tetap. Itu hal yang wajar untuk dilakukan, tapi bisa jadi kurang tepat. Baca juga:  Cara Merekrut Karyawan yang Tepat dan Berkualitas Solusi Cerdas Menyiasati Kenaikan Harga Bahan Baku Usaha Sebenarnya ada cara lain yang beberapa pebisnis pemula tidak tahu untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku tersebut. Hal ini terutama sangat efektif untuk bisnis yang berkaitan dengan makanan.  Caranya, jangan kurangi bahan baku, tapi kurangi volume produk makanan kita. Contoh paling sederhana adalah produk cokelat Beng-Beng. Harganya senantiasa berkisar di sekitar seribu rupiah.  Padahal harga bahan baku terus naik. Tapi lihatlah ukurannya, sekarang jauh lebih kecil daripada ketika pertama kali mereka meluncurkan

Cara Merekrut Karyawan yang Tepat dan Berkualitas

Gambar
Bagaimana cara memilih karyawan yang tepat dan berkualitas? Kesalahan paling mendasar seorang pebisnis pemula adalah masih menganut sistem kekeluargaan dalam merekrut karyawan.  Kalau pekerjaan yang diberikan tidak menuntut keahlian tertentu, hal itu tidak menjadi masalah besar, tapi kalau harus dengan keahlian tertentu sementara yang diangkat adalah saudara atau teman yang tidak terlalu ahli, itu masalah besar. Baca juga:  Berapa Persentase Keuntungan Produsen, Distributor, dan Pengecer? Cara Merekrut karyawan yang berkualitas Walaupun tidak terlalu bermasalah untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian, sebaiknya tetap dihindari memilih karyawan dengan menganut sistem kekeluargaan (kecuali memang sesuai dengan keahliannya).  Karena bahkan, untuk melayani konsumen saja sebenarnya tidak boleh sembarangan.  Keramahan adalah faktor paling penting dalam menangani konsumen.  Kalau kemudian kita memutuskan salah satu anggota keluarga yang kita rekrut sementara dia tidak bisa ramah terha

Berapa Persentase Keuntungan Produsen, Distributor, dan Pengecer?

Gambar
Berapa persentase keuntungan produsen, distributor/supplier, dan pengecer/reseller/dropship? Bisnis yang berkaitan dengan menjual produk biasanya memang pelakunya dapat di kelompokkan menjadi tiga, yang terdiri dari produsen, distributor, dan pengecer. Tetapi, bagaimana persentase keuntungannya? Siapa yang lebih banyak? Baca juga:  Cara Menilai Bisnis yang Sehat dan Tidak Berapa Persentase Keuntungan yang didapat?  Tidak ada rumus pasti untuk itu karena semua pebisnis dalam bidang-bidang tertentu memiliki rumus sendiri. Tapi biasanya, pengecer memiliki persentase keuntungan (per produk) paling besar dari harga sebuah produk.  Persentasenya bisa mencapai 35%, sedangkan pada distributor bisa 15% dan produsen 10%. Sekali lagi, itu bukan rumus pasti. Besar kecilnya selalu berbeda pada tiap jenis produk dan bisnis yang ada. Kenapa pengecer dan distributor persentasenya jauh lebih banyak? Kan yang mengeluarkan biaya besar, dari ide, strategi, bahan baku, kemasan, dan produksi, semuanya dilak

Cara Menilai Bisnis yang Sehat dan Tidak

Gambar
Bisnis yang sehat seperti apa? Beberapa pebisnis sering tertipu bahwa omzet meningkat berarti bisnisnya sehat. Itu keliru, bisa jadi memang sehat, tetapi juga belum tentu.  Jika omzet meningkat tetapi biaya yang dikeluarkan terlalu banyak sehingga keuntungannya malah sedikit, berarti tidak sehat. Jika cashflow-nya berantakan berarti tidak sehat. Jika produk dan strateginya tidak berinovasi, berarti tidak sehat.  Baca juga:  Cara mengubah hutang menjadi aset Bisnis yang sehat seperti apa? Penilaian sehat dan tidaknya suatu bisnis bukan hanya dinilai dari faktor omzet saja, tetapi juga faktor lain.  Paling utama adalah cashflow, Aliran uang. Seberapapun besarnya pendapatan, jika ternyata cashflow-nya tidak seimbang dan tidak lancar, bisnis itu sedang sakit karena kelancaran cashflow adalah faktor mutlak dari bisnis.  Jika apa yang dikeluarkan tidak sebanding dengan apa yang didapatkan atau budgeting-nya tersendat, ada yang salah dengan manajemennya. Jika cashflow lancar, baru bisa berpik

Cara Mengubah Hutang Menjadi Aset

Gambar
Utang memang hampir pasti selalu dibutuhkan dalam dunia bisnis. Jika tidak berutang sementara modalnya tidak banyak, bagaimana bisa berkembang?  Tetapi, bisa jadi juga utang sangat berbahaya jika ternyata kita tidak mampu membayarnya.  Otomatis, tinggal menunggu waktu saja sampai usaha kita menjadi bangkrut. Itulah yang menjadikan ada dua jenis pebisnis di dunia ini, ada pebisnis yang sangat berani berutang dan ada yang sangat anti terhadap utang.  Keduanya memiliki sudut pandang berbeda, tetapi keduanya benar. Sebenarnya, kalau bisa dikelola secara proporsional, utang bukanlah sesuatu yang terlalu menakutkan, tetapi juga tetap harus berhati-hati terhadapnya.  Baca juga:  Cara bersaing dengan kompetitor bisnis Bagaimana Cara Mengubah Hutang Menjadi Aset?  Bagi pengusaha yang baik dan sudah berpengalaman, mereka bisa mengubah utang menjadi aset, terutama aset yang produktif.  Aset yang produktif adalah aset yang memberi penghasilan atau memberi keuntungan.  Sebaliknya, aset yang tidak p

Cara Bersaing dengan Kompetitor Bisnis

Gambar
Sebagai pebisnis, Anda tidak bisa mengeluhkan pesaing produk Anda yang selalu bertambah setiap harinya.  Itu terjadi pada bisnis apa pun dan tidak bisa dihindari. Jadi, jika Anda bertanya apa yang harus dilakukan dengan itu, jawabnya terima saja, jadikan terus bertambahnya jumlah pesaing sebagai cambuk untuk membuat produk yang benar-benar sesuai kebutuhan dan keinginan pasar.  Untuk memenuhi itu, Anda harus menerapkan strategi yang tepat. Lalu, bagaimana membuat strategi yang tepat untuk bersaing dengan kompetitor bisnis? Berikut ini tips bersaing dalam bisnis yang positif dan sehat.  Baca juga:  Cara membuat pelanggan agar tetap loyal Strategi Menghadapi Persaingan Bisnis yang Terus Bertambah 1. Membuat Produk yang Sesuai dengan Pasar Satu strategi menghadapi persaingan bisnis adalah dengan membuat produk yang lebih baik. Itu memang benar.  Sayangnya, kebanyakan pebisnis menerjemahkan produk yang lebih baik dari pesaing adalah hanya dengan memperbaiki kualitas produk tersebut.  Padah

Cara Membuat Pelanggan Agar Tetap Loyal

Gambar
Satu hal paling penting dalam bisnis adalah bagaimana konsumen mau membeli apa yang kita tawarkan. Buat apa berbisnis kalau barang atau jasa yang kita tawarkan itu tidak laku? Sayangnya, banyak pebisnis yang menganggap bahwa cara agar orang terus membeli adalah dengan promosi yang bagus. Padahal tidak hanya itu faktornya. Ada banyak faktor yang membuat pelanggan menjadi loyal dalam membeli produk Anda.  Baca juga:  Cara menarik pelanggan agar membeli produk kita Cara Membuat Konsumen Setia Terus Menerus Membeli Produk Anda Produk adalah yang pertama. Sebagus apa pun promosinya, kalau produknya buruk, akan ditinggalkan. Kedua, harga. Kalau pemasaran bagus, produk bagus, tapi harganya tidak terjangkau oleh pasar yang kita tuju, bagaimana mereka bisa membeli? Ketiga, tentu saja promosi. Karena meskipun produk dan harga bagus, jika tidak dikenal pasar, sama saja tidak ada yang tahu tentang produk itu. Jika tahu dan kenal saja tidak, bagaimana mau membeli? Sebagai tambahan, Anda bisa member

Bagaimana Cara Mencari Relasi Bisnis?

Gambar
Hampir tidak ada pebisnis yang berjuang sendirian tanpa peran jaringan. Siapa yang menguasai pasar, dialah yang menguasai bisnis. Jadi, jangan pernah memasuki bisnis jika Anda tidak mau bersosialisasi karena membangun jaringan dan relasi adalah salah satu faktor terpenting dalam kesuksesan bisnis. Sebesar apa pun modal Anda, Anda tidak akan mampu bertahan sendirian tanpa membangun relasi dan jaringan. Baca juga:  Jumlah Modal yang Paling Aman untuk Berbisnis Cara mendapatkan relasi yang banyak/networking Anda harus belajar untuk bersosialisasi, terutama dengan pebisnis lainnya. Jika tidak, Anda akan miskin informasi pada apa pun yang terjadi pada perkembangan bisnis.  Kalau itu terjadi, Anda akan terlambat dalam merancang strategi ketika sesuatu terjadi. Jadi, relasi bukan hanya tentang bekerja sama, tapi juga berbagi informasi. Meski persaingan tetap terjadi, para pebisnis akan melakukan nya dengan sehat. Di luar, mereka tetap berbagi informasi dengan apa yang terjadi yang memiliki pe

Jumlah Modal yang Paling Aman untuk Berbisnis

Gambar
Kesalahan umum pebisnis pemula ketika mendirikan bisnis adalah mereka salah dalam menyediakan jumlah modal. Tentu saja mereka sudah menghitung dengan matang berapa keperluan modalnya sampai sedetail mungkin, termasuk biaya tidak terduga juga bisa jadi sudah diperhitungkan. Tetapi, setelah mereka melakukan persiapan untuk membuka bisnis, ternyata di tengah jalan, semua biaya yang sudah dihitung itu ternyata masih kurang sehingga mereka kelimpungan. Oleh karena sudah telanjur maka mereka tetap membuka bisnis seadanya.  Baca juga:  Cara menghadapi pasar yang sedang lesu Tentu saja itu tidak cukup dan sering kali pada akhirnya bisnis mereka bangkrut di tengah jalan karena persiapannya tidak matang, banyak kekurangan di sana-sini. Kalau dari awal saja sudah tidak maksimal, bagaimana mau menguntungkan? Jumlah modal yang paling aman untuk berbisnis Menghitung modal yang dibutuhkan memang penting, tapi seharusnya modal yang kita sediakan bukan persis seperti yang dihitung. Seharusnya, yang pal

Cara Menghadapi Pasar yang Sedang Lesu

Gambar
Kalau untuk seorang pebisnis yang berkelas global, mereka akan mengatakan bahwa, "Pasar atau bisnis tidak pernah lesu."  Bagi mereka itu memang benar karena mereka berbicara bisnis dalam skala global.  Jadi, ketika ada beberapa wilayah yang mengalami krisis atau masalah, mereka masih memiliki wilayah lain yang penjualannya tetap stabil atau malah meningkat.  Tentu saja itu saling meng-cover, jadi perkembangan bisnis dan keuntungan nya tetap bisa seimbang. Cashflow mereka tetap selalu terjaga. Tetapi, jika berbicara regional, kadang ada keluhan bahwa pasar sedang lesu. Kalau memang terjadi seperti itu, bagaimana mengatasinya? Baca juga:  Cara membangkitkan bisnis yang sudah hancur Cara menghadapi kelesuan pasar 1. Kurangi produksi Untuk apa produksi besar jika permintaan pasar malah sedang berkurang. Daripada banyak produk dikembalikan karena tidak laku dan disimpan di gudang sampai membusuk, bukankah lebih baik mencegahnya?  Lagipula, dengan itu biaya pengeluaran untuk produk

Cara Membangkitkan Bisnis yang Sudah Hancur

Gambar
Boleh dan bisakah seperti itu? Berusaha membangkitkan bisnis yang sebenarnya sudah hancur? Tentu saja boleh. Itu adalah bisnis Anda dan uang Anda. Anda boleh melakukan apa saja dengan itu. Tetapi, simak dulu, memungkinkan tidak untuk dipertahankan? Baca juga:  Penyebab omzet bisnis tidak kunjung naik Cara Membangkitkan Bisnis yang Sudah Hancur Kalau kata seorang pebisnis terkenal, "Kadang, biaya yang dikeluarkan untuk menambal kapal yang bocor lebih mahal daripada jika kita harus membeli kapal yang baru." Jadi, dalam bisnis kadang biaya yang dikeluarkan untuk membangkitkan bisnis yang hancur jauh lebih mahal daripada jika membuka bisnis yang baru.  Kalau sudah begitu, untuk apa dipertahankan? Coba sekarang, pertimbangkan benar berapa lama waktu yang dibutuhkan, berapa pikiran yang harus dicurahkan, dan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membangkitkan bisnis tersebut.  Kalau semuanya ternyata lebih mahal dan lebih lama daripada membuka bisnis baru, bukankah lebih baik l

Penyebab Omzet Bisnis Tidak Kunjung Naik

Gambar
Jangan menyalahkan pasar dulu jika omzet kita tidak naik. Kelesuan pasar memang kadang terjadi pada suatu waktu, tetapi jika omzet kita hanya stagnan terus dari berdiri sampai bertahun tahun kemudian, berarti bukan pasar yang lesu, tetapi bisnis kita yang lesu karena kelesuan pasar hanya terjadi pada jangka waktu tertentu, tidak sampai bertahun-tahun.  Baca juga:  Pertimbangan Sebelum Memulai Bisnis Penyebab Omzet Bisnis Tidak Kunjung Naik Jadi, jika sampai bertahun tahun omzet bisnis kita stagnan, ada masalah besar di sana dan itu secepatnya harus diperbaiki. Beberapa evaluasi yang harus kita lakukan adalah tentang produk, harga, dan promosi. Tentu saja Anda harus memper timbangkan faktor lain untuk evaluasi, tapi jangan lewatkan tiga hal ini. Evaluasi produk kita, jika produk lain terus berkembang (handphone misalnya) dan kita tetap seperti itu saja, ya tentu saja omzet kita akan stagnan atau malah mengalami kemunduran. Bagaimanapun juga, konsumen selalu mencari yang lebih baik, buka

Pertimbangan Sebelum Memulai Bisnis

Gambar
Walaupun memulai sebuah bisnis harus dilakukan secepat nya, bukan berarti tanpa ada pertimbangan. Tetap harus ada pertimbangan. Melakukan sesuatu dengan persiapan hasilnya akan berbeda jauh. Apa saja yang harus dipertimbangkan sehingga dalam memulai dan melaksanakan tidak terlalu berisiko mengalami kerugian bahkan kebangkrutan? Baca juga:  Bisnis apa yang bagus untuk jangka panjang? Modal tentu saja menjadi satu yang utama. Tidak harus berjumlah besar karena tiap bisnis juga memiliki tingkat besar kecil. Jadi, banyak juga modal yang bukan berupa uang dalam jumlah besar. Meski demikian, semakin banyak modal uang, tentu saja semakin bagus. Sebagai catatan, modal harus sesuai dengan budget yang sudah direncanakan, kalau bisa kalikan tiga.  Oleh karena Anda tidak tahu apa yang akan terjadi, seperti kenaikan harga, biaya promosi, mengurus perizinan, pajak, bahan baku yang bisa tiba-tiba menjadi langka, dan lain-lain. Jadi, dengan menyediakan modal yang lebih banyak, itu bisa digunakan untuk

Bisnis Apa yang Bagus untuk Jangka Panjang?

Gambar
Bisnis apa yang bagus untuk jangka panjang? Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan orang yang ingin menjalani bisnis, terutama pemula. Ini wajar karena semua orang pasti ingin bermain aman. Dengan melihat bahwa sebuah bisnis memiliki prospek yang bagus sepanjang masa, para pebisnis pemula memiliki rasa aman bahwa bisnis yang dijalani akan berjalan lancar. Padahal, yang menentukan bukanlah itu. Oleh karena bisnis apa pun memiliki prospek bagus selama direncanakan dan ditangani dengan tepat. Kunci sebuah bisnis hanya pada hal itu, apa pun jenis bisnisnya. Baca juga:  Bisnis apa yang cocok untuk anda? Jadi, jika Anda memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam sebuah bisnis, dan Anda mencintainya, lalu merencanakan dan mengeksekusinya dengan matang, bisnis Anda juga pasti akan prospek sepanjang masa. Akan tetapi, ada beberapa bisnis yang memang prospeknya lebih bagus dari bisnis lain karena selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Jika masyarakat saja selalu butuh, berarti kesempatan untuk dib

Bisnis Apa yang Cocok Untuk Anda?

Gambar
Bisnis apa yang cocok untuk Anda? Cara paling mudah untuk menjawab pertanyaan tentang bisnis yang sesuai dengan Anda adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini: Bisnis apa yang paling Anda inginkan?  Bidang apa yang paling Anda kuasai? Siapa saja kenalan Anda yang bisa membantu berbisnis? Berapa modal yang bisa diusahakan?  Di mana perkiraan awal Anda mau membuka bisnis dan pasar apa yang paling potensial di situ? Bisnis Apa yang Cocok Untuk Anda?  5 pertanyaan itu akan membantu Anda dalam memilih bisnis yang sesuai.  Baca juga:  Analisa usaha ulat sutera alam Memang apa yang Anda inginkan dulu,karena jika Anda mencintainya, pasti Anda akan melakukan sepenuh hati.  Karena Anda menguasainya, itu menghindar kan Anda dari tipu-menipu serta bisa merancang strategi yang tepat sesuai dengan keuangan dan pasar.  Siapa saja kenalan Anda dan bisnis apa saja? Dengan adanya kenalan dengan bisnis yang berhubungan maka Anda akan sangat terbantu. Anda bisa sharing, belajar, bahkan bisa bekerja

Analisa Usaha Ulat Sutera Alam

Gambar
Inisiasi usaha budi daya A. atlas untuk tujuan komersial memerlukan modal yang relatif besar, baik dari biaya investasi dan biaya operasional. Intuk menjalankan usaha budi daya Untuk A. atlas yang berkelanjutan, analisis usaha merupakan hal yang penting untuk diperhitungkan. Dengan demikian, akan mudah diketahui apakah usaha yang dijalankan membawa keuntungan atau tidak. Baca juga:  Prospek bisnis ulat sutra alam Analisa usaha ulat sutera alam attacus atlas A. Investasi Investasi untuk budi daya A. atlas yang diperlukan antara lain berupa: a) lahan untuk penanaman sirsak minimal seluas 1 ha (densitas tanaman 2000/ ha), b) penyiapan tanaman sirsak termasuk pengolahan tanah dan penanaman; c) bangunan untuk penetasan telur, pemeliharaan ulat, pengolahan kokon dan benang sutera; serta  d) peralatan dan fasilitas pemeliharaan ulat dan pengolahan kokon. Jumlah modal awal yang diperlukan untuk usaha ulat sutera dengan skala 20.000 ekor yang terdiri dari investasi serta biaya operasional selam

Prospek Bisnis Ulat Sutra Alam

Gambar
Prospek bisnis ulat sutra alam - Bila dibandingkan dengan B. mori, secara ekonomi, usaha ulat sutera alam (A. atlas) sangat menguntungkan karena memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan yang dimiliki A. atlas antara lain menghasilkan benang yang lebih panjang serta memiliki warna benang yang alami dan bervariasi. Seperti telah diulas pada bab sebelumnya, selain menghasilkan produk utama berupa benang sutera, A. atlas juga menghasilkan produk sampingan berupa floss, ngengat yang dapat dibuat menjadi berbagai souvenir, serta fesesnya yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Bisnis ulat sutera alam merupakan peluang usaha yang saat ini masih belum ditanggapi secara serius. Saat ini, budi daya A. atlas memang masih sangat terbatas karena budi dayanya masih sulit dilakukan dalam lingkungan terkontrol, padahal permintaan benang sutera liar sangat tinggi, terutama dari Jepang. Oleh karena itu, usaha ulat A. atlas memiliki prospek yang sangat baik. Baca juga:  Prospek usaha budidaya ika

Peluang Usaha Ternak Ayam Ras Pedanging dan Petelur

Gambar
Peluang Usaha Ternak Ayam - Kenaikan konsumsi daging ayam per kapita akan membawa pengaruh pada pertumbuhan industri peternakan ayam dimana produksi daging dan telur ayam akan meningkat pesat pula. Peluang ini terbuka sangat lebar. Karena tingkat pendapatan masyarakat akan meningkat yang akan diikuti dengan kenaikan permintaan daging dan telur ayam. Hal berikut yang perlu diingat adalah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa dan akan terus bertumbuh dengan pertambahan kelahiran sekitar 3 juta jiwa setiap tahun. Penduduk sebesar ini adalah pasar potensial yang perlu dipasok dengan produksi daging ayam dan telur dalam negeri. Dengan demikian, kita bisa berkesimpulan bahwa pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendidikan, urbanisasi, dan arus globalisasi akan memberi pengaruh dan perubahan pada pola konsumsi masyarakat yang akan memberi dorongan dan pengaruh pada permintaan bahan pangan berkualitas seperti daging, telur, susu, ikan, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Syarat Tata Hubungan Suatu Organisasi agar Berjalan Baik

Gambar
Syarat-syarat yang harus diperhatikan agar tata hubungan dalam suatu organisasi dapat  berjalan dengan baik adalah sebagai berikut. Kali ini findira akan membahas tentang organisasi yang penting untuk Anda ketahui. Sehingga dengan mengetahui hal ini, Anda akan lebih mudah dalam melakukan kegiatan organisasi.  Baca juga:  Prinsip-prinsip bekerja dalam satu Tim Syarat yang Harus Diperhatikan agar Tata Hubungan Suatu Organisasi Berjalan Baik 1. Sinkronisasi tujuan organisasi   Hubungan dalam organisasi akan harmonis jika terdapat sinkronisasi antara tujuan  organisasi dengan tujuan pribadi para anggota organisasi.  2. Suasana kerja yang kondusif  Setiap pemimpin organisasi wajib mengusahakan terciptanya suasana kerja yang  menyenangkan atau harmonis sehingga dapat menunjang pelaksanaan pekerjaan.  Suasana yang kondusif ini dapat tercipta melalui:   pengembangan hubungan kerja yang harmonis,  pekerjaan yang menarik, penuh tantangan, dan tidak monoton,   lingkungan kerja yang nyaman dan di

Tujuan Bekerja dalam Satu Tim

Gambar
Jelaskan Tujuan Bekerja dalam Satu Tim! Semua makhluk yang ada di muka bumi, baik tumbuhan, hewan, maupun manusia: mempunyai saling ketergantungan satu sama lainnya. Dalam ilmu sosial hal ini disebut interdependence principle . Bahkan kebanyakan ahli mempunyai simpulan bahwa tidak ada orang yang bisa bekerja sendiri, semuanya memerlukan bantuan dari orang lain. Baca juga:  Manfaat bekerja dalam satu tim Jelaskan Tujuan Bekerja dalam Satu Tim?  Tujuan bekerja dalam satu tim, antara lain sebagai berikut. 1. Memanfaatkan Potensi Setiap orang mempunyai potensi diri yang beraneka macam. Sebuah tim sepak bola, untuk mencapai suatu tujuan, menggunakan dan menyatukan potensi yang dimiliki oleh seluruh pemainnya. Ada yang bertugas sebagai penjaga gawang yang menghalau bola agar tidak masuk gawang, ada yang tugasnya di daerah pertahanan, gelandang, dan sebagai penyerang. Semuanya bersinergi, bersatu, bekerja sama, menyamakan komitmen untuk mencetak gol ke gawang lawan, Jika berhasil merupakan ke