Postingan

Hedline

Menentukan Kenaikan Gaji Karyawan Pertahun

Gambar
Dalam surat perjanjian kerja, biasanya akan selalu ada pasal tentang kenaikan gaji karyawan tiap tahun. Ini penting dan Anda juga harus memperhatikan hal itu.  Jangan sampai Anda menelantarkan karyawan dengan tanpa melakukan kenaikan gaji sama sekali selama bertahun-tahun. Bisa-bisa karyawan Anda pindah ke tempat kerja yang lebih menguntungkan baginya. Masalahnya, banyak yang tidak tahu bagaimana menghitung kenaikan gaji yang tepat agar karyawan senang karena gajinya meningkat, tapi perusahaan juga tidak terlalu mengeluarkan biaya yang besar. Ini permasalahan yang sering dikeluhkan para pebisnis karena mereka sama sekali buta tentang hal itu. Baca juga:  Cara Menilai Kinerja Karyawan untuk Kenaikan Jabatan Cara Sederhana Menentukan Kenaikan Gaji Karyawan Pertahun Sebenarnya, ada cara sederhana yang bisa adil bagi karyawan maupun perusahaan. Caranya, dengan menyesuaikan tingkat inflasi per tahun.  Misalnya, jika inflasi tahun berikutnya adalah 6% maka seharusnya kenaikan gaji bagi karya

Cara Menilai Kinerja Karyawan untuk Kenaikan Jabatan

Gambar
Bagi perusahaan mana pun akan ada masanya untuk menaikkan jabatan karyawannya ke jenjang yang lebih tinggi. Tentu saja itu berpengaruh pada gaji dan tunjangan yang diberikan untuknya.  Akan tetapi, bagaimana menilai karyawan yang tepat untuk mendapatkan kenaikan jabatan agar tidak salah memilih? Baca juga:  Cara Menentukan Jumlah Karyawan yang Harus Direkrut Cara menilai kinerja karyawan untuk kenaikan jabatan Biasanya, itu adalah tugas Human Resource Development (HRD) untuk menganalisis dan memberi laporan kepada direkturnya. Mereka juga yang menilai apakah karyawan berhak menaiki jabatannya atau tidak.  Tetapi, bagi bisnis yang tidak terlalu besar, kadang tidak memiliki lini HRD sehingga harus dinilai dan diputuskan sendiri oleh pemiliknya. Kalau demikian, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan karyawan mana yang berhak naik jabatan. Kebanyakan pebisnis memutuskan kenaikan jabatan adalah karena lamanya dia bekerja. Tunggu dulu, sebenarnya l├íma bekerja bukan be

Cara Menghindari Penipuan dalam Bisnis

Gambar
Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada banyak penipuan yang terjadi dalam dunia bisnis. Korban sudah banyak, pelaku juga banyak yang tertangkap, tetapi tetap saja penipuan terus terjadi. Sebenarnya ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan di negara maju pun juga banyak kasus sama. Jadi, jangan mengandalkan atau berharap pada hukum agar mereka ditangkap.  Karena, kalau penipuan sudah terjadi dan pelakunya sudah di penjara pun, belum tentu juga uang Anda akan kembali.  Jadi, langkah paling bagus adalah melakukan pencegahan. Baca juga:  Cara Menentukan Jumlah Karyawan yang Harus Direkrut Cara Menghindari Penipuan dalam Bisnis 1. kenali siapa pun yang akan melakukan kerja sama bisnis atau menjadi karyawan Anda Ini terlalu penting untuk ditinggalkan. Biasanya mereka punya identitas dan CV. Jangan percaya mentah-mentah dengan itu. Kalau memang untuk kerja sama bisnis, datanglah sesekali ke rumahnya untuk mengetahui alamatnya benar atau tidak. Sementara untuk mencari karyawan, cek peru

Cara Menentukan Jumlah Karyawan yang Harus Direkrut

Gambar
Sebelum menentukan berapa jumlah karyawan yang Anda butuhkan, yang pertama harus Anda lakukan adalah menganalisis bisnis Anda karena menentukan jumlah karyawan yang harus direkrut itu sangat tergantung dengan besar kecilnya bisnis dan pekerjaan apa saja yang dibutuhkan di situ.  Kalau bisnisnya kecil, bisa saja Anda lakukan sendiri atau dengan pasangan.  Tetapi jika bisnisnya mengharuskan ada tenaga ahli (keuangan, pemasak, customer service , dan lain-lain), tentu Anda harus memperhitungkan jumlah yang diperlukan.  Baca juga:  Apa Bedanya Aset dan Liabilitas? Kalau bisa, tekan jumlah yang dibutuhkan sampai seminimal mungkin. Beberapa perusahaan pemula sebaiknya mencari karyawan yang memiliki kemampuan dalam beberapa pekerjaan sehingga Anda bisa menghemat pengeluaran untuk gaji karyawan lebih banyak.  Lagipula karena itu bisnis baru maka pekerjaannya juga belum terlalu berat sehingga masih bisa di-handle oleh sesedikit mungkin karyawan.  Tapi, kalau nanti sudah semakin ramai, baru Anda

Apa Bedanya Aset dan Liabilitas?

Gambar
Tidak banyak yang bisa membedakan antara aset dan liabilitas dalam dunia bisnis.  Ini juga kesalahan besar yang sering dilakukan oleh pebisnis pemula.  Kadang-kadang, bahkan bagian keuangan pun tidak bisa membedakannya sehingga mobil dan rumah dimasukkan sebagai aset.  Padahal, dari kacamata bisnis, belum tentu dua hal itu berfungsi sebagai aset.  Bisa jadi rumah dan mobil malah menjadi beban karena biaya perawatannya dan harga penyusutan mobil yang terus berkurang. Baca:  Perlukah Menggunakan Outsource untuk Perkembangan Bisnis? Bagi seorang pebisnis, aset adalah apa pun yang bisa memberi tambahan pendapatan.  Sedangkan liabilitas adalah semua harta yang memberi beban pada perusahaan untuk mengeluarkan biaya setiap bulannya.  Jadi, jika memiliki mobil tapi tidak disewakan sehingga tidak produktif, itu adalah liabilitas.  Begitu juga dengan rumah, jika tidak menghasilkan apa-apa, itu juga liabilitas, meski dalam jangka panjang harga rumah tersebut bisa naik.  Kedua hal itu sebenarnya b

Perlukah Menggunakan Outsource untuk Perkembangan Bisnis?

Gambar
Keuntungan lain dari dunia bisnis saat ini adalah kemudahan mengalihdayakan sesuatu kepada pihak luar atau sering disebut juga outsource. Outsource tercipta memang untuk menguntungkan pebisnis. Selain lebih efektif, outsource menghindarkan perusahaan dari biaya jangka panjang yang terlalu besar, seperti tunjangan hari tua dan tunjangan lain. Akan tetapi, ada beberapa pebisnis yang tidak mau menggunakan jasa outsource. Kadang, alasannya adalah karena terlihat mahal. Baca juga:  Omzet Naik, Tapi Bisnis Tidak Berkembang? Ini Penyebabnya Perlukah Menggunakan Outsource untuk Perkembangan Bisnis kita?  Pada awalnya memang iya. Outsource terlihat lebih mahal daripada jika Anda menggaji karyawan sendiri.  Sering kali dalam perhitungan, biaya yang dikeluarkan sedikit lebih besar daripada menggaji karyawan tetap.  Tetapi, sebenarnya itu hanya jangka pendek karena kalau menurut perhitungan jangka panjangnya, outsource justru lebih murah.  Sebab, seiring dengan peningkatan usia, produktivitas kary

Omzet Naik, Tapi Bisnis Tidak Berkembang? Ini Penyebabnya

Gambar
Jika sampai terjadi omzet naik tapi bisnis tetap tidak berkembang dan tidak memiliki tabungan atau sisa keuntungan setiap bulannya, berarti ada yang salah dalam mengelola keuangan.  Kalau sudah begitu, seberapa pun besarnya keuntungan tiap bulan, jika tidak dikelola baik, bisnis tersebut akan tetap tidak akan ke mana-mana dan tidak memiliki modal tersimpan sebagai tabungan investasi. Bisnis juga bukan hanya tentang berlomba meraih omzet, tetapi juga mengelola keuangannya.  Baca juga:  Cara Menentukan Budget Operasional Pengeluaran untuk Karyawan Cara membuat bisnis anda berkembang pesat Kuncinya untuk itu ada pada disiplin anggaran. Ini yang sering dilupakan oleh para pebisnis pemula. Anda, sebagai pebisnis, harus menyisihkan sekian persen keuntungan untuk dikumpulkan agar kelak bisa digunakan berinvestasi maupun berekspansi.  Tentukan persentase dari awal, berapa pun itu. Awalnya mungkin 10-30%, lalu terus naik jika keuntungan juga naik. Jangan gunakan tabungan itu untuk alasan apa pu

Cara Menentukan Budget Operasional Pengeluaran untuk Karyawan

Gambar
Selain gaji, sebenarnya ada yang butuh dihitung sebagai pemilik bisnis, yaitu budget operasional karyawan. Ini terlalu penting untuk dihilangkan. Beberapa pebisnis pemula sering menghitung pengeluaran hanya dari gaji, bahan baku, produksi, dan biaya promosi.  Memang, itu sangat penting tapi jangan lupakan juga budget operasional karyawan. Misalnya, transportasi, keperluan untuk menelepon, listrik, kertas untuk surat-surat, perjalanan dinas, dan lain sebagainya.  Kalau karyawannya banyak, jika tidak di-budget, pengeluaran bisa membengkak tanpa kita tahu sebabnya.  Dengan adanya budget, semua rencana keuangan sudah tertata dari awal dan bisa dikendalikan agar tidak melebihi yang direncanakan. Baca juga:  Cara Menghadapi Persaingan Bisnis (Market Leader) Bagaimana cara menentukan budget operasional? Pertama, rumuskan posisi-posisi tertentu yang membutuhkan biaya operasional. Misalnya bagian promosi dan pemasaran, tentu saja mereka butuh biaya operasional untuk menjamu relasi, transportasi

Cara Menghadapi Persaingan Bisnis (Market Leader)

Gambar
Setiap jenis bisnis (apa pun itu) pasti ada market leader-nya. Mereka adalah peraih pangsa terbesar, jadi bisa dibilang market leader adalah pesaing utama dan terberat Anda pada bisnis yang Anda jalani. Biasanya, market leader memiliki kemampuan untuk memengaruhi tren.  Ketika mereka membuat produk baru, perusahaan lain akan berusaha mengikutinya karena berharap mendapat sisa dari pangsa pasar atas produk yang dijual oleh market leader itu.  Baca juga:  Cara Menentukan Besaran Gaji Karyawan Jadi, perusahaan-perusahaan kecil membuat produk sejenis sehingga pasar penuh dengan produk serupa hanya saja kualitas dan harganya berbeda.  Lalu konsumen pun juga melihat tren itu dan membeli produk-produk sejenis. Jika Anda seorang pebisnis, Anda harus mengenali dan tahu siapa pemimpin pasar atas produk yang Anda pasarkan.  Dengan mengenali pemimpin pasar, Anda bisa menganalisis apa yang membuat produk mereka sangat dicari pasar.  Lalu Anda bisa membuat strategi untuk bisa setidaknya mendekati ju

Cara Menentukan Besaran Gaji Karyawan

Gambar
Bagaimana Menentukan Besaran Gaji Karyawan?  Sebenarnya, bagaimana cara merumuskan gaji yang sesuai antara kemampuan perusahaan dan kinerja karyawan? Patokan besaran gaji yang paling mudah adalah dengan menyesuaikan Upah Minimum Regional (UMR) setempat.  Jangan sampai kurang dari itu karena Anda akan mengalami risiko dengan hukum.  Itu adalah patokan paling dasar dalam menentukan gaji. Kalau Anda bisa menggaji lebih, itu bagus, tapi jangan sampai kurang. Baca juga:  Strategi Bisnis Mengatasi Masalah Bahan Baku yang Mengalami Kenaikan Harga Akan tetapi, tidak juga bisa disamaratakan bahwa semua karyawan harus memiliki gaji yang sama.  Seharusnya, semakin berat tanggung jawabnya, semakin tinggi juga besaran gajinya. Lihat saja, tentunya besaran gaji antara manajer dengan front office akan jauh berbeda.  Itu wajar karena tanggung jawab manajer lebih besar dan kalau dilihat dari hasil bagi perusahaan, seorang manajer tentu menghasilkan keuntungan lebih besar daripada front office.  Jadi, s

Strategi Bisnis Mengatasi Masalah Bahan Baku yang Mengalami Kenaikan Harga

Gambar
Ada beberapa masa ketika inflasi naik sehingga meng akibatkan semua harga ikut naik, termasuk harga bahan baku untuk produksi semua perusahaan. Jika sudah demikian, seringkali pebisnis mengambil keputusan untuk menaikkan harga produk mereka atau mengurangi jumlah bahan baku dengan harga tetap. Itu hal yang wajar untuk dilakukan, tapi bisa jadi kurang tepat. Baca juga:  Cara Merekrut Karyawan yang Tepat dan Berkualitas Solusi Cerdas Menyiasati Kenaikan Harga Bahan Baku Usaha Sebenarnya ada cara lain yang beberapa pebisnis pemula tidak tahu untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku tersebut. Hal ini terutama sangat efektif untuk bisnis yang berkaitan dengan makanan.  Caranya, jangan kurangi bahan baku, tapi kurangi volume produk makanan kita. Contoh paling sederhana adalah produk cokelat Beng-Beng. Harganya senantiasa berkisar di sekitar seribu rupiah.  Padahal harga bahan baku terus naik. Tapi lihatlah ukurannya, sekarang jauh lebih kecil daripada ketika pertama kali mereka meluncurkan

Cara Merekrut Karyawan yang Tepat dan Berkualitas

Gambar
Bagaimana cara memilih karyawan yang tepat dan berkualitas? Kesalahan paling mendasar seorang pebisnis pemula adalah masih menganut sistem kekeluargaan dalam merekrut karyawan.  Kalau pekerjaan yang diberikan tidak menuntut keahlian tertentu, hal itu tidak menjadi masalah besar, tapi kalau harus dengan keahlian tertentu sementara yang diangkat adalah saudara atau teman yang tidak terlalu ahli, itu masalah besar. Baca juga:  Berapa Persentase Keuntungan Produsen, Distributor, dan Pengecer? Cara Merekrut karyawan yang berkualitas Walaupun tidak terlalu bermasalah untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian, sebaiknya tetap dihindari memilih karyawan dengan menganut sistem kekeluargaan (kecuali memang sesuai dengan keahliannya).  Karena bahkan, untuk melayani konsumen saja sebenarnya tidak boleh sembarangan.  Keramahan adalah faktor paling penting dalam menangani konsumen.  Kalau kemudian kita memutuskan salah satu anggota keluarga yang kita rekrut sementara dia tidak bisa ramah terha

Berapa Persentase Keuntungan Produsen, Distributor, dan Pengecer?

Gambar
Berapa persentase keuntungan produsen, distributor/supplier, dan pengecer/reseller/dropship? Bisnis yang berkaitan dengan menjual produk biasanya memang pelakunya dapat di kelompokkan menjadi tiga, yang terdiri dari produsen, distributor, dan pengecer. Tetapi, bagaimana persentase keuntungannya? Siapa yang lebih banyak? Baca juga:  Cara Menilai Bisnis yang Sehat dan Tidak Berapa Persentase Keuntungan yang didapat?  Tidak ada rumus pasti untuk itu karena semua pebisnis dalam bidang-bidang tertentu memiliki rumus sendiri. Tapi biasanya, pengecer memiliki persentase keuntungan (per produk) paling besar dari harga sebuah produk.  Persentasenya bisa mencapai 35%, sedangkan pada distributor bisa 15% dan produsen 10%. Sekali lagi, itu bukan rumus pasti. Besar kecilnya selalu berbeda pada tiap jenis produk dan bisnis yang ada. Kenapa pengecer dan distributor persentasenya jauh lebih banyak? Kan yang mengeluarkan biaya besar, dari ide, strategi, bahan baku, kemasan, dan produksi, semuanya dilak

Cara Menilai Bisnis yang Sehat dan Tidak

Gambar
Bisnis yang sehat seperti apa? Beberapa pebisnis sering tertipu bahwa omzet meningkat berarti bisnisnya sehat. Itu keliru, bisa jadi memang sehat, tetapi juga belum tentu.  Jika omzet meningkat tetapi biaya yang dikeluarkan terlalu banyak sehingga keuntungannya malah sedikit, berarti tidak sehat. Jika cashflow-nya berantakan berarti tidak sehat. Jika produk dan strateginya tidak berinovasi, berarti tidak sehat.  Baca juga:  Cara mengubah hutang menjadi aset Bisnis yang sehat seperti apa? Penilaian sehat dan tidaknya suatu bisnis bukan hanya dinilai dari faktor omzet saja, tetapi juga faktor lain.  Paling utama adalah cashflow, Aliran uang. Seberapapun besarnya pendapatan, jika ternyata cashflow-nya tidak seimbang dan tidak lancar, bisnis itu sedang sakit karena kelancaran cashflow adalah faktor mutlak dari bisnis.  Jika apa yang dikeluarkan tidak sebanding dengan apa yang didapatkan atau budgeting-nya tersendat, ada yang salah dengan manajemennya. Jika cashflow lancar, baru bisa berpik

Cara Mengubah Hutang Menjadi Aset

Gambar
Utang memang hampir pasti selalu dibutuhkan dalam dunia bisnis. Jika tidak berutang sementara modalnya tidak banyak, bagaimana bisa berkembang?  Tetapi, bisa jadi juga utang sangat berbahaya jika ternyata kita tidak mampu membayarnya.  Otomatis, tinggal menunggu waktu saja sampai usaha kita menjadi bangkrut. Itulah yang menjadikan ada dua jenis pebisnis di dunia ini, ada pebisnis yang sangat berani berutang dan ada yang sangat anti terhadap utang.  Keduanya memiliki sudut pandang berbeda, tetapi keduanya benar. Sebenarnya, kalau bisa dikelola secara proporsional, utang bukanlah sesuatu yang terlalu menakutkan, tetapi juga tetap harus berhati-hati terhadapnya.  Baca juga:  Cara bersaing dengan kompetitor bisnis Bagaimana Cara Mengubah Hutang Menjadi Aset?  Bagi pengusaha yang baik dan sudah berpengalaman, mereka bisa mengubah utang menjadi aset, terutama aset yang produktif.  Aset yang produktif adalah aset yang memberi penghasilan atau memberi keuntungan.  Sebaliknya, aset yang tidak p

Cara Bersaing dengan Kompetitor Bisnis

Gambar
Sebagai pebisnis, Anda tidak bisa mengeluhkan pesaing produk Anda yang selalu bertambah setiap harinya.  Itu terjadi pada bisnis apa pun dan tidak bisa dihindari. Jadi, jika Anda bertanya apa yang harus dilakukan dengan itu, jawabnya terima saja, jadikan terus bertambahnya jumlah pesaing sebagai cambuk untuk membuat produk yang benar-benar sesuai kebutuhan dan keinginan pasar.  Untuk memenuhi itu, Anda harus menerapkan strategi yang tepat. Lalu, bagaimana membuat strategi yang tepat untuk bersaing dengan kompetitor bisnis? Berikut ini tips bersaing dalam bisnis yang positif dan sehat.  Baca juga:  Cara membuat pelanggan agar tetap loyal Strategi Menghadapi Persaingan Bisnis yang Terus Bertambah 1. Membuat Produk yang Sesuai dengan Pasar Satu strategi menghadapi persaingan bisnis adalah dengan membuat produk yang lebih baik. Itu memang benar.  Sayangnya, kebanyakan pebisnis menerjemahkan produk yang lebih baik dari pesaing adalah hanya dengan memperbaiki kualitas produk tersebut.  Padah

Cara Membuat Pelanggan Agar Tetap Loyal

Gambar
Satu hal paling penting dalam bisnis adalah bagaimana konsumen mau membeli apa yang kita tawarkan. Buat apa berbisnis kalau barang atau jasa yang kita tawarkan itu tidak laku? Sayangnya, banyak pebisnis yang menganggap bahwa cara agar orang terus membeli adalah dengan promosi yang bagus. Padahal tidak hanya itu faktornya. Ada banyak faktor yang membuat pelanggan menjadi loyal dalam membeli produk Anda.  Baca juga:  Cara menarik pelanggan agar membeli produk kita Cara Membuat Konsumen Setia Terus Menerus Membeli Produk Anda Produk adalah yang pertama. Sebagus apa pun promosinya, kalau produknya buruk, akan ditinggalkan. Kedua, harga. Kalau pemasaran bagus, produk bagus, tapi harganya tidak terjangkau oleh pasar yang kita tuju, bagaimana mereka bisa membeli? Ketiga, tentu saja promosi. Karena meskipun produk dan harga bagus, jika tidak dikenal pasar, sama saja tidak ada yang tahu tentang produk itu. Jika tahu dan kenal saja tidak, bagaimana mau membeli? Sebagai tambahan, Anda bisa member

Bagaimana Cara Mencari Relasi Bisnis?

Gambar
Hampir tidak ada pebisnis yang berjuang sendirian tanpa peran jaringan. Siapa yang menguasai pasar, dialah yang menguasai bisnis. Jadi, jangan pernah memasuki bisnis jika Anda tidak mau bersosialisasi karena membangun jaringan dan relasi adalah salah satu faktor terpenting dalam kesuksesan bisnis. Sebesar apa pun modal Anda, Anda tidak akan mampu bertahan sendirian tanpa membangun relasi dan jaringan. Baca juga:  Jumlah Modal yang Paling Aman untuk Berbisnis Cara mendapatkan relasi yang banyak/networking Anda harus belajar untuk bersosialisasi, terutama dengan pebisnis lainnya. Jika tidak, Anda akan miskin informasi pada apa pun yang terjadi pada perkembangan bisnis.  Kalau itu terjadi, Anda akan terlambat dalam merancang strategi ketika sesuatu terjadi. Jadi, relasi bukan hanya tentang bekerja sama, tapi juga berbagi informasi. Meski persaingan tetap terjadi, para pebisnis akan melakukan nya dengan sehat. Di luar, mereka tetap berbagi informasi dengan apa yang terjadi yang memiliki pe

Jumlah Modal yang Paling Aman untuk Berbisnis

Gambar
Kesalahan umum pebisnis pemula ketika mendirikan bisnis adalah mereka salah dalam menyediakan jumlah modal. Tentu saja mereka sudah menghitung dengan matang berapa keperluan modalnya sampai sedetail mungkin, termasuk biaya tidak terduga juga bisa jadi sudah diperhitungkan. Tetapi, setelah mereka melakukan persiapan untuk membuka bisnis, ternyata di tengah jalan, semua biaya yang sudah dihitung itu ternyata masih kurang sehingga mereka kelimpungan. Oleh karena sudah telanjur maka mereka tetap membuka bisnis seadanya.  Baca juga:  Cara menghadapi pasar yang sedang lesu Tentu saja itu tidak cukup dan sering kali pada akhirnya bisnis mereka bangkrut di tengah jalan karena persiapannya tidak matang, banyak kekurangan di sana-sini. Kalau dari awal saja sudah tidak maksimal, bagaimana mau menguntungkan? Jumlah modal yang paling aman untuk berbisnis Menghitung modal yang dibutuhkan memang penting, tapi seharusnya modal yang kita sediakan bukan persis seperti yang dihitung. Seharusnya, yang pal

Cara Menghadapi Pasar yang Sedang Lesu

Gambar
Kalau untuk seorang pebisnis yang berkelas global, mereka akan mengatakan bahwa, "Pasar atau bisnis tidak pernah lesu."  Bagi mereka itu memang benar karena mereka berbicara bisnis dalam skala global.  Jadi, ketika ada beberapa wilayah yang mengalami krisis atau masalah, mereka masih memiliki wilayah lain yang penjualannya tetap stabil atau malah meningkat.  Tentu saja itu saling meng-cover, jadi perkembangan bisnis dan keuntungan nya tetap bisa seimbang. Cashflow mereka tetap selalu terjaga. Tetapi, jika berbicara regional, kadang ada keluhan bahwa pasar sedang lesu. Kalau memang terjadi seperti itu, bagaimana mengatasinya? Baca juga:  Cara membangkitkan bisnis yang sudah hancur Cara menghadapi kelesuan pasar 1. Kurangi produksi Untuk apa produksi besar jika permintaan pasar malah sedang berkurang. Daripada banyak produk dikembalikan karena tidak laku dan disimpan di gudang sampai membusuk, bukankah lebih baik mencegahnya?  Lagipula, dengan itu biaya pengeluaran untuk produk