Cara Merekrut Karyawan yang Tepat dan Berkualitas

Cara Merekrut karyawan yang berkualitas

Bagaimana cara memilih karyawan yang tepat dan berkualitas? Kesalahan paling mendasar seorang pebisnis pemula adalah masih menganut sistem kekeluargaan dalam merekrut karyawan. 

Kalau pekerjaan yang diberikan tidak menuntut keahlian tertentu, hal itu tidak menjadi masalah besar, tapi kalau harus dengan keahlian tertentu sementara yang diangkat adalah saudara atau teman yang tidak terlalu ahli, itu masalah besar.

Baca juga: Berapa Persentase Keuntungan Produsen, Distributor, dan Pengecer?

Cara Merekrut karyawan yang berkualitas

Walaupun tidak terlalu bermasalah untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian, sebaiknya tetap dihindari memilih karyawan dengan menganut sistem kekeluargaan (kecuali memang sesuai dengan keahliannya). 

Karena bahkan, untuk melayani konsumen saja sebenarnya tidak boleh sembarangan. 

Keramahan adalah faktor paling penting dalam menangani konsumen. 

Kalau kemudian kita memutuskan salah satu anggota keluarga yang kita rekrut sementara dia tidak bisa ramah terhadap konsumen, itu membahayakan bisnis kita sendiri.

Menurut saran para ahli, dalam memilih karyawan harus benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang Anda butuhkan. 

Jangan sampai seadanya. 

Kalau misalnya dari semua pelamar ternyata tidak ada yang sesuai, ya jangan diterima. 

Buat lowongan lagi sampai dapat. 

Jangan sampai kita membuang uang untuk menggaji orang yang tidak tepat karena itu juga akan menghambat kinerja bisnis kita sendiri.

Kalau Anda sedang membuka bisnis, untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan yang Anda inginkan, buka lowongan jauh hari sebelum pembukaan. 

Jangan ketika mendekati bisnis akan dibuka. Kalau bisa, minimal tiga bulan sebelum bisnis Anda dibuka. 

Dengan cara itu, ketika pelamar kerja tidak ada yang sesuai dengan kriteria, Anda bisa membuka lowongan baru lagi. 

Kalau memang sudah ada yang cocok, waktu tiga bulan itu bisa Anda manfaatkan untuk pelatihan karyawan. 

Pelatihan itu penting meski dia sudah ahli. 

Selain pastinya setiap perusahaan memiliki karakter berbeda, ajang pelatihan juga bisa mendekatkan pemilik bisnis dengan karyawan dari awal untuk kelancaran komunikasi di masa depan.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

Cara Menentukan Harga Jual Barang Sembako

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Konsep A3 dari Pelayanan Prima! Berikut Penjelasan Singkatnya

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Mengelola Modal Usaha Playground Indoor Dengan Lebih Hemat

3 Alasan Mengapa Usaha Budidaya Ikan Hias Menjadi Salah Satu Peluang Usaha Saat Ini