Cara Menentukan Besaran Gaji Karyawan

Cara Menentukan Besaran Gaji Karyawan

Bagaimana Menentukan Besaran Gaji Karyawan? 

Sebenarnya, bagaimana cara merumuskan gaji yang sesuai antara kemampuan perusahaan dan kinerja karyawan?

Patokan besaran gaji yang paling mudah adalah dengan menyesuaikan Upah Minimum Regional (UMR) setempat. 

Jangan sampai kurang dari itu karena Anda akan mengalami risiko dengan hukum. 

Itu adalah patokan paling dasar dalam menentukan gaji. Kalau Anda bisa menggaji lebih, itu bagus, tapi jangan sampai kurang.

Baca juga: Strategi Bisnis Mengatasi Masalah Bahan Baku yang Mengalami Kenaikan Harga

Akan tetapi, tidak juga bisa disamaratakan bahwa semua karyawan harus memiliki gaji yang sama. 

Seharusnya, semakin berat tanggung jawabnya, semakin tinggi juga besaran gajinya.

Lihat saja, tentunya besaran gaji antara manajer dengan front office akan jauh berbeda. 

Itu wajar karena tanggung jawab manajer lebih besar dan kalau dilihat dari hasil bagi perusahaan, seorang manajer tentu menghasilkan keuntungan lebih besar daripada front office. 

Jadi, sudah selayaknya seorang manajer memang bergaji besar.

Meski demikian, untuk menggaji manajer tidak harus sampai berkali lipat dari gaji karyawan di bawahnya karena sebagai perusahaan yang baru berdiri, jangan sampai memberatkan keuangan dengan pengeluaran operasional yang terlalu besar. 

Sebaliknya, jika perusahaan Anda sangat besar, tentu saja harus disesuaikan dengan keuangan Anda. 

Bisa jadi gaji manajer menjadi sangat besar karena dia menghasilkan keuntungan yang juga semakin besar.

Jadi, berikan gaji sesuai dengan yang dihasilkan bagi keuntungan perusahaan. 

Jangan memberikan gaji kecil bagi karyawan yang menghasilkan banyak uang dan juga jangan memberikan gaji besar bagi karyawan yang tidak menghasilkan apa-apa.

Pada intinya, gaji harus dievaluasi per tahun beriringan dengan evaluasi kinerja karyawan.

Jangan lagi menggaji berdasarkan tingkat lamanya dia bekerja bagi perusahaan, itu model penggajian yang sudah ketinggalan zaman. 

Kelemahannya adalah pengeluarannya bisa terlalu besar untuk hasil yang tetap dari karyawan yang sama selama bertahun-tahun. 

Bayangkan, gajinya naik, tapi hasil yang diberikan selalu sama, tentu saja itu merugikan bagi perhitungan perusahaan. 

Sekarang ini, perusahaan mulai menggaji dan memberi bonus benar-benar sesuai dengan hasil yang diberikan bagi perusahaan. 

Jika menghasilkan banyak maka gajinya besar, jika sedikit ya tidak terlalu besar. Fair bukan untuk perusahaan maupun karyawan?

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

Cara Menentukan Harga Jual Barang Sembako

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Konsep A3 dari Pelayanan Prima! Berikut Penjelasan Singkatnya

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Mengelola Modal Usaha Playground Indoor Dengan Lebih Hemat

3 Alasan Mengapa Usaha Budidaya Ikan Hias Menjadi Salah Satu Peluang Usaha Saat Ini