Jumlah Modal yang Paling Aman untuk Berbisnis

Jumlah modal yang paling aman untuk berbisnis

Kesalahan umum pebisnis pemula ketika mendirikan bisnis adalah mereka salah dalam menyediakan jumlah modal. Tentu saja mereka sudah menghitung dengan matang berapa keperluan modalnya sampai sedetail mungkin, termasuk biaya tidak terduga juga bisa jadi sudah diperhitungkan.

Tetapi, setelah mereka melakukan persiapan untuk membuka bisnis, ternyata di tengah jalan, semua biaya yang sudah dihitung itu ternyata masih kurang sehingga mereka kelimpungan. Oleh karena sudah telanjur maka mereka tetap membuka bisnis seadanya. 

Baca juga: Cara menghadapi pasar yang sedang lesu

Tentu saja itu tidak cukup dan sering kali pada akhirnya bisnis mereka bangkrut di tengah jalan karena persiapannya tidak matang, banyak kekurangan di sana-sini. Kalau dari awal saja sudah tidak maksimal, bagaimana mau menguntungkan?

Jumlah modal yang paling aman untuk berbisnis

Menghitung modal yang dibutuhkan memang penting, tapi seharusnya modal yang kita sediakan bukan persis seperti yang dihitung. Seharusnya, yang paling aman adalah menyediakan modal sampai TIGA KALI lipat jumlah modal yang dibutuhkan.

Kenapa sampai tiga kali lipat? Bukankah itu terlalu besar?

Sebagai manusia, kita sering melewatkan beberapa hal, apalagi dalam menghitung kebutuhan modal. Beberapa perhitungan yang sering dilewatkan oleh pengusaha pemula adalah biaya yang dikeluarkan untuk perizinan (padahal ini biayanya cukup besar), biaya promosi sebelum dan sesudah pembukaan, pemasangan alat-alat seperti listrik dan sebagainya, biaya mencari karyawan dan pelatihannya, asuransi, dan beberapa hal lain yang kecil-kecil tapi jika ditotal ternyata jumlahnya sangat mengejutkan. 

Karena itulah, disarankan untuk ketersediaan modal adalah dikalikan tiga dari perhitungan yang sudah dilakukan. Semakin besar modal yang ada, semakin lebih bagus lagi untuk bisnis Anda.

Sebenarnya, dikalikan dua dengan kebutuhan modal juga bisa jadi sudah cukup. Sangat cukup. Tetapi sebagai pebisnis kita sebaiknya bersiap-siap dengan kemungkinan terburuk. 

Jadi, dengan mengalikan kebutuhan modal sampai tiga kali lipat adalah jalan yang sangat baik. Bukan berarti ini menakut-nakuti Anda dalam memulai bisnis bahwa modal ternyata harus sedemikian besar. 

Tapi, memang sangat disarankan untuk memiliki jumlah yang jauh lebih besar agar bisa berjaga-jaga terhadap kemungkinan terburuk ketika mempersiapkan pembukaan dan beberapa bulan pertama dalam menjalani bisnis Anda setelah pembukaan.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

5 Jenis Kebutuhan Pelanggan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh Perusahaan

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

7 Tips Mencari Inspirasi Nama Merek Supaya Cepat Ngetop

Konsep A3 dari Pelayanan Prima! Berikut Penjelasan Singkatnya

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Contoh Teks Sales Menawarkan Produk

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya