Contoh Program Kerja Marketing Property yang Benar

Contoh Program Kerja Marketing Property

Hampir lebih dari 2 tahun saya berkecimpung didunia marketing properti di salah satu perusahaan di jogja, setiap hari disini dengan beragam kegiatan yang pastinya bisa membuat Anda bisa belajar banyak dari program kerja yang akan saya bahas kali ini. Program kerja perusahaan properti disetiap perusahaan tentunya berbeda-beda namun pada intinya tujuannya tetap sama yaitu bagaimana cara kita sebagai marketing property baik itu perumahan, tanah kavling, rumah siap bangun, maupun kos-kosan bisa menghasilkan penjualan atau closing.

Konsep pemasaran properti yang akan saya bahas kali ini agak terbilang unik karena saya cakupan yang saya ambil begitu luas. Namun saya tidak akan berbicara terlalu meluas dan akibatnya malah akan susah di aplikasikan. Basic seorang marketing adalah membuat strategi pemasaran perusahaan properti agar target penjualan bisa tercapai. Sebelum kita bahas saya akan bercerita dulu bagaimana saya menjadi marketing property sekaligus agen property atau broker.

Baca juga : Panduan Lengkap Belajar Facebook Marketing

Manajemen Pemasaran Properti Dari Nol sampe Terjadi Penjualan

Pada awalnya saya hanya menjadi admin yang bertugas memasang iklan di semua marketplace yang ada diindonesia ini seperti tokopedia, rumahdijual, urbanindo, rumahdotcom, rumah123, lamudi, dll. Dari marketplace itu saya memasang iklan cukup banyak ada yang menggunakan akun premium maupun yang gratisan. Kerja dari jam 8 sampai jam 4 dengan target iklan minimal 40 lebih setiap harinya. Cukup melelahkan dan membosankan karena katifitas yang saya lakukan hanya seperti itu saja. Awalnya mungkin cukup berat karena belum terbiasa menginpun kolom-kolom yang ada di marketplace.

Tapi lama-kelamaan target yang terasa cukup berat bisa terasa ringan karena sudah terbaiasa. Tangan pun bergerak sangat lincah seperti orang yang sedang main game. Ditemani segelas kopi, kerja pun terasa indah dan menyenangkan.

Apa saja yang saya dapatkan dari program kerja ini?

Sebagai pegawai ya tidak dapat apa-apa kecuali gaji bulanan, hehe..

Namun perjalanan tidak sampai disini, Ketika kita sudah menguasai materi property seperti, ukuran, harga, lokasi, kelengkapan, sells poin dan lainnya. Kita bisa naik posisi menjadi marketing, yaitu menghendel pembeli, sampe menjadi prospek dan hot konsumen.

Pelajaran apa yang didapatkan jika sudah menjadi marketing property?

Tentunya kita akan dilatih berhadapan dengan calon pembeli, baik di chat, telpon, maupun tatap muka.

Jika Anda tidak punya basic marketing di jiwa Anda maka hal ini akan terkesan dipaksakan dan tidak bagus untuk calon pembeli. Namun tentunya semua bisa di pelajari pelan-pelan. Awal memang akan terasa susah menghendel konsusmen seperti gagal closing yang awalnya sudah berminat mau beli rumah eh malah gak jadi, gagal survei lokasi, obrolan tidak berjalan, pembeli merasa tidak tertarik dengan harga rumah maupun tanah kavlingnya, malah yang lebih parah bisa membuat pembeli tidak mau lagi berbica kepada kita,hehe. Biasanya masalah harga juga bisa membuat orang kapok bertransaksi, jadi hati-hati dengan strategi salesnya.

Nah disinilah kita harus mengikuti SOP kerja marketing property yang benar, sesuai dengan budaya kerja yang tepat dan diharapkan kesalahan besar bisa diminimalisir.

Baca Juga : 5 Opsi Kerja Sampingan Offline Yang Semakin Menambah Omzet Penghasilan

Apa Saja Contoh Sales Plan Program Kerja Marketing Property?

Berikut ini akan diberikan poin-poin program kerja sales marketing property:
  1. Membuat materi iklan yang terdiri dari artikel dan sales poin. 
  2. Mengiklankan property di marketplase maupun sosmed, menggunakan akun premium dan gratisan.
  3. Menghendel chat maupun telpon calon pembeli
  4. Survey lokasi untuk calon pembeli
  5. Jika pembeli tertarik dan ingin tawar menawar harga bisa dilanjutkan ke pimpinan yang berwenang di perusahaan bersangkutan, bisa pimpinan divisi maupun pimpinan tertingginya.
Untuk marketing agen/broker property:
  1. Mencari property lewat online maupun survey di luar 
  2. Menghubungi Pemilik Property
  3. Negosisasi kerja sama yang saling menguntungkan dengan pemilik property
  4. Mengajak pemilik property untuk survey ke lapangan suapaya jelas detail property yang akan dijual
  5. Dan seterusnya, mengikuti program kerja marketing property yang biasa.

contoh tabel program kerja marketing property
contoh tabel program kerja marketing property

Begitulah garis besar Contoh Program Kerja Marketing Property yang bisa Anda kembangkan dan uraikan lebih khusus lagi sesuai dengan budaya kerja di perusahaan property Anda. Semoga bisa membantu Anda meningkatkan closing penjualan dan bisa meminimalisir resiko. Baiklah, Jumpa lagi di postingan berikutnya, tetap semangat dalam bekerja dan semoga sukses.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

Cara Menghitung Laba Toko Kelontong Dengan Mudah

Toko Kelontong Modal 20 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

Cara Menjalankan Kredit Sembako Untuk Pengusaha Pemula

Cara Bisnis Rongsok Bagi Pemula Dari Nol Sampai Sukses

Ilmu dagang sembako yang sukses dan berhasil

Kunci Sukses Jual Beli yang Menguntungkan

6 Jenis Usaha Di Daerah Pegunungan Yang Memiliki Untung Besar

Rincian Modal Toko Sembako Kurang dari 10 Juta

Info Grosir Mainan Anak Serba Seribu Untuk Anda