Konsep Bersaing dalam Bisnis

Keberhasilan keuangan sering tergantung pada kemampuan pemasaran. Operasi keuangan, akunting, dan fungsi bisnis lainnya sesungguhnya tidak berarti kalau tidak ada permintaan akan produk dan jasa yang menghasilkan laba. Banyak perusahaan saat ini yang menciptakan posisi kepala pemasaran untuk menempatkan posisi pemasaran setara dengan level kepala lainnya, seperti CEO dan CFO. Banyak perusahaan yang dalam situs webnya menggembor-gemborkan prestasi pemasaran mereka. Dalam pers bisnis, banyak juga ditemukan artikel yang khusus berbicara tentang strategi dan taktik pemasaran.

Pemasaran menjadi hal yang sangat penting dan krusial bagi banyak perusahaan terkemuka. Dalam menghadapi para pesaing baru, perusahaan harus memikirkan kembali model bisnis mereka. Bahkan para pemimpin pasar menyadari bahwa mereka tidak boleh santai dan harus terus berubah.

Namun, mengambil keputusan yang tepat tidak selalu mudah. Para manajer pemasaran seringkali harus mengambil keputusan-keputusan besar seperti ciri apa yang harus dirancang untuk sebuah produk baru; harga yang harus ditawarkan kepada pelanggan; di mana produk tersebut harus dijual; dan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk iklan atau penjualan. Para manajer pemasaran juga harus mengambil keputusan yang lebih rinci seperti kata-kata atau warna yang tepat bagi kemasan produk yang baru.

Konsep Bersaing dalam Bisnis

Konsep bersaing yang telah digunakan oleh organisasi pada kegiatan pemasaran mencakup:

1. Konsep Produksi

Konsep produksi adalah salah satu dari konsep tertua dalam bisnis.

Konsep ini menegaskan bahwa konsumen akan memilih produk yang murah.

Manajer dari bisnis yang berorientasi produksi fokus pada efisiensi produksi yang tinggi, biaya rendah, dan distribusi massal. Orientasi ini tepat dilakukan di negara-negara yang sedang berkembang, seperti China, di mana tenaga kerja terbilang murah.

2. Konsep Produk

Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk produk yang menawarkan fitur-fitur yang bermutu dan inovatif. Para manajer dalam organisasi ini fokus pada pembuatan produk yang superior dan terus meningkatkannya sepanjang waktu.

3. Konsep Penjualan

Konsep penjualan menyatakan bahwa organisasi harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Berdasarkan konsep penjualan ini, tujuan pemasaran adalah menjual lebih banyak barang kepada lebih banyak orang untuk mendapatkan lebih banyak uang dan laba.

Kebanyakan perusahaan mempraktikkan konsep penjualan ketika mereka memiliki kapasitas berlebih. Tujuan mereka adalah menjual apa yang mereka buat dan bukannya membuat apa yang diinginkan pasar.

4. Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi adalah bahwa perusahaan harus lebih menjadi efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang dipilih.

Beberapa pakar menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang menganut konsep pemasaran akan mencapai kinerja yang superior. Konsep penjualan fokus pada kebutuhan penjual, sedangkan konsep pemasaran fokus pada kebutuhan pelanggan.

Konsep penjualan memberi perhatian pada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai, sedangkan konsep pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk yang ada.

Pemasaran merupakan fungsi utama perusahaan, karena tanpa pelanggan maka perusahaan tidak akan pernah ada. Dengan konsep pemasaran, perusahaan berorientasi untuk menanggapi, melayani, dan memuaskan kebutuhan pelanggan.

5. Konsep Pemasaran Holistik 

Para pemasar dalam abad ke 21 semakin menyadari kebutuhan untuk memiliki suatu pendekatan kohesif yang lebih lengkap, yang melampaui aplikasi tradisional atas konsep pemasaran. Perusahaan membutuhkan pemikiran segar tentang bagaimana beroperasi dan bersaing dalam lingkungan pemasaran yang baru. Konsep pemasaran holistik didasarkan pada pengembangan, perancangan, dan implementasi program, proses, serta kegiatan pemasaran dengan perspektif yang lebih luas dan terpadu.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

5 Jenis Kebutuhan Pelanggan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh Perusahaan

7 Tips Mencari Inspirasi Nama Merek Supaya Cepat Ngetop

Konsep A3 dari Pelayanan Prima! Berikut Penjelasan Singkatnya

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Contoh Teks Sales Menawarkan Produk

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya