7 Tahap proses pengembangan produk baru

Untuk melakukan ekspansi atau mendiversifikasikan lini produk, perusahaan harus senantiasa mengembangkan dan memperkenalkan produk baru, Karena adanya persaingan dan perubahan preferensi pelanggan, maka tidak ada perusahaan yang bisa bertahan hanya dengan satu produk saja. Bahkan, produk yang sudah populer selama beberapa dekade perlu perbaikan secara terus menerus mengikuti perubahan teknologi dan selera konsumen.

Pengembangan produk merupakan proses yang panjang dan memakan biaya besar. Banyak perusahaan yang telah memiliki departemen riset dan pengembangan untuk mengeksplorasi potensi produk baru. Tingginya tingkat kegagalan untuk ide baru menunjukkan bahwa hanya ada segelintir produk baru yang bisa dilepas ke pasar. Diperkirakan bahwa 50 gagasan produk baru diperlukan untuk menciptakan satu produk sukses yang benar-benar dapat menjangkau pasar. 

Banyak gagasan menarik menemui kegagalan ketika menjadi produk. Saat ini, menciptakan produk baru yang sukses makin sulit, bahkan bagi pemasar yang berpengalaman sekalipun. Hal ini disebabkan karena jumlah produk baru yang menjangkau pasar setiap tahunnya telah melonjak drastis. Produk dengan peluang yang baik adalah produk inovatif yang memberikan manfaat unik. Faktor terbesar dalam kegagalan produk adalah kurangnya ciri khas, dimana produk baru mirip satu sama lain atau bahkan meniru produk yang sudah ada.

Semakin cepat suatu produk berpindah dari laboratorium ke pasar, maka akan semakin tinggi peluang produk tersebut untuk bertahan. Dengan memperkenalkan produk baru mendahului pesaing, berarti perusahaan dapat membuktikan diri sebagai pemimpin pasar. Jadi, produk tersebut membanjiri pasar sebelum dihadang oleh produk baru yang dihasilkan pesaing.

Pada dasarnya, ada tujuh tahap proses pengembangan produk baru, yaitu:

1. Mencari gagasan produk baru.

Pengembangan produk dimulai dengan mencari gagasan produk baru. Gagasan produk baru bisa berasal dari konsumen, tim penjualan, departemen riset dan pengembangan, pemasok, atau personel teknis.

2. Penyaringan.

Tahap ini dirancang untuk menghapus gagasan produk yang tidak sejalan dengan kemampuan atau tujuan perusahaan. Perwakilan dari departemen pemasaran, teknik, operasi, dan keuangan memberikan masukan dalam tahapan ini.

3. Pengujian konsep. 

Begitu gagasan telah disaring, perusahaan menggunakan riset pasar untuk memperoleh masukan dari konsumen mengenai manfaat dan harga.

4. Analisis bisnis.

Setelah mengumpulkan opini konsumen, pemasar membandingkan biaya dan manfaat produk untuk mengamati apakah produk tersebut memenuhi persyaratan minimum agar bisa mencapai tujuan laba perusahaan.

5. Pengembangan prototipe.

Begitu perusahaan telah menentukan potensi laba yang bisa didapatkan dari suatu produk baru, tim teknik, riset dan pengembangan, atau tim desain produk membuat sebuah prototipe. Hal ini memerlukan biaya yang sangat mahal, dimana seringkali mengharuskan pembuatan model tiga dimensi yang menggunakan peralatan mahal untuk menghasilkan produk fisik perdana.

6. Pengujian produk dan pemasaran. 

Dengan menggunakan hal-hal yang telah diamati dari prototipe, perusahaan dapat mulai menghasilkan produk secara terbatas. Kemudian, perusahaan dapat menguji produk tersebut ke pasar untuk melihat apakah produknya memenuhi persyaratan kinerja, yaitu dengan cara mengujicobakan untuk dijual ke daerah terbatas untuk melihat reaksi konsumen.

7. Komersialisasi.

Apabila hasil uji pemasaran menunjukkan hasil yang positif, perusahaan dapat mulai memproduksi dan memasarkan produk baru tersebut secara massal. Dalam hal ini, karena saluran promosi dan distribusi harus dikembangkan, maka tahapan ini juga memerlukan biaya yang besar. Proses komersialisasi dilakukan secara bertahap, yang bertujuan agar perusahaan dapat menyediakan produk ke daerah yang makin luas seiring dengan berjalannya waktu, dan mencegah pengerahan sumber daya secara berlebihan yang tidak perlu selama masa produksi awal. Di sisi lain, komersialisasi yang terlalu lambat justru akan memberikan peluang bagi perusahaan lain untuk memperkenalkan produk saingannya.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

5 Jenis Kebutuhan Pelanggan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh Perusahaan

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

7 Tips Mencari Inspirasi Nama Merek Supaya Cepat Ngetop

Konsep A3 dari Pelayanan Prima! Berikut Penjelasan Singkatnya

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Contoh Teks Sales Menawarkan Produk

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya