Potensi kelemahan (risiko) yang ada dalam dunia kewirausahaan

Meskipun memiliki suatu bisnis akan memberikan beberapa keuntungan dan menyediakan banyak peluang, namun juga perlu diingat bahwa menjalankan suatu bisnis bukanlah tanpa risiko. Seseorang yang lebih menyukai pendapatan tetap dan paket tunjangan, yang mencakup banyak hal serta cuti tahunan barangkali tidak seharusnya menggeluti dunia kewirausahaan.

Berikut adalah Apa saja kelemahan wirausaha di Indonesia?

1. Ketidakpastian Pendapatan.

Membuka dan menjalankan suatu bisnis tidak menjamin bahwa seorang wirausahawan akan memperoleh pendapatan yang cukup untuk hidup. Bahkan, beberapa perusahaan kecil sangat sulit memperoleh pendapatan yang cukup besar untuk dapat membayar sewa dan karyawannya secara layak. Pada masa awal usahanya, pemilik seringkali kesulitan melunasi kewajiban keuangannya dan mungkin hidup dari sisa tabungan yang ada.

Baca juga: Rumus yang digunakan Wirausahawan untuk Menganalisis sebuah Usaha

2. Risiko Kehilangan Seluruh Modal dan Investasi.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian dalam dunia kewirausahaan, tingkat kegagalan dari perusahaan baru atau suatu bisnis kecil adalah relatif tinggi. Menurut penelitian baru-baru ini, 35 persen dari perusahaan baru mengalami kegagalan dalam waktu dua tahun dan 54 persennya tutup dalam waktu empat tahun. Setelah enam tahun, 64 persen perusahaan baru mengalami "gulung tikar". Dalam hal ini, tentu saja seluruh modal yang diinvestasikannya terbuang dengan sia sia.

Oleh sebab itu, penting bagi para wirausahawan yang akan terjun dalam dunia bisnis untuk bertanya pada diri sendiri apakah mereka secara psikologis mampu menghadapi risiko kegagalan:

  • Apakah hal terburuk yang mungkin terjadi bila saya membuka usaha dan gagal?
  • Seberapa besar peluang terjadinya kegagalan bisnis tersebut?
  • Apa yang harus saya lakukan untuk menekan risiko tersebut?
  • Adakah rencana cadangan untuk mengatasinya?

3. Membutuhkan Kerja Keras dalam Waktu yang Lama. 

Memulai usaha yang baru tidaklah mudah. Pemilik usaha harus "banting tulang" membuktikan dirinya selama puluhan jam dalam seminggu, bahkan harus rela mengorbankan hari libur untuk fokus pada usaha yang sedang dirintisnya. Mereka terlalu sibuk untuk menjalankan bisnisnya dan enggan untuk tutup toko karena khawatir akan kehilangan pelanggannya.

4. Kualitas Hidup yang Rendah.

Panjangnya jam kerja dan kerja keras yang diperlukan untuk menjalankan bisnis yang baru akan menyita hidup wirausahawan. Pemilik usaha sering menyadari bahwa peran mereka sebagai suami atau istri dan ayah atau ibu menjadi terabaikan akibat bisnis yang sedang ditekuninya. Hubungan dengan keluarga dan persahabatan sering menjadi korban akibat dari kepemilikan suatu bisnis. Pemilik usaha hanya memiliki sedikit waktu untuk makan siang dengan teman atau menghabiskan waktu malam dengan keluarga. Memiliki bisnis seringkali menjadi penghalang dalam kehidupan keluarga dan sosial seseorang.

5. Tingkat Stres yang Tinggi.

Memulai dan mengelola perusahaan dapat menjadi pengalaman yang sangat berharga, namun juga bisa menjadi pengalaman yang penuh dengan tingkat stres yang tinggi. Para wirausahawan sering menginvestasikan modal yang besar dalam perusahaannya dengan mengabaikan keamanan dan kemampuan keuangannya, bahkan sering menggadaikan segala sesuatu yang mereka miliki demi menjalankan usahanya. Kegagalan sering berarti kehancuran keuangan, dan hal ini tentu saja menyebabkan tingkat ketegangan dan kekhawatiran yang sangat tinggi.

6. Tanggung Jawab Penuh.

Memang cukup menyenangkan menjadi pemilik usaha, namun banyak wirausahawan menyadari bahwa mereka harus mengambil keputusan mengenai berbagai hal yang seringkali tidak mereka kuasai. Mereka memiliki tanggung jawab penuh atas segala keputusan yang mereka ambil, yang dapat berakibat pada keberhasilan maupun kegagalan bisnisnya.

7. Keputus-asaan.

Membuka suatu usaha membutuhkan upaya substansial dengan tingkat dedikasi, disiplin, dan keuletan yang tinggi. Sepanjang usahanya dalam membangun dan mengembangkan bisnisnya, para wirausahawan tentu saja akan selalu menghadapi berbagai macam tantangan dan hambatan, bahkan beberapa di antaranya tampak tidak dapat diatasi. Dalam situasi seperti ini, pastilah keputus asaan dan kekecewaan akan timbul. Wirausahawan yang sukses menyadari bahwa setiap usaha pasti memiliki banyak rintangan sehingga mereka harus bekerja dengan keras dan penuh optimis.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

5 Jenis Kebutuhan Pelanggan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh Perusahaan

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

7 Tips Mencari Inspirasi Nama Merek Supaya Cepat Ngetop

Konsep A3 dari Pelayanan Prima! Berikut Penjelasan Singkatnya

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Contoh Teks Sales Menawarkan Produk

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya