Manfaat dan Konsekuensi Go Public dengan Saham

Sebelumnya kita sudah panjang lebar membahas tentang go public dengan cara menjual saham, begitu pula kita sudah banyak belajar dalam penentuan harga saham. Lalu apa manfaat dan resiko dari go public ini? Meskipun di sana-sini dalam berbagai artikel secara implisit sudah banyak menerangkan mengenai manfaat go public ini, ada baiknya secara rinci dikemukakan di artikel berikut ini supaya lebih menambah wawasan pembaca semua. 

Baca juga: Mengapa Perlu Adanya Pasar Modal?

Manfaat dan Konsekuensi Go Public dengan Saham

Manfaat Go Public dengan Saham

Dari sekian banyak manfaat go public dengan saham, yang paling terlihat adalah sebagai berikut: 

  1. Memberikan kesempatan bagi koperasi dan karyawan peru sahaan untuk membeli saham.
  2. Biaya go public relatif murah.
  3. Memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk turut serta memiliki saham perusahaan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial. 
  4. Pembagian dividen berdasarkan keuntungan. 
  5. Perusahaan dituntut lebih terbuka kepada pemegang saham, sehingga hal ini dapat memacu perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme. 
  6. Proses relatif mudah. 
  7. Emiten akan lebih dikenal oleh masyarakat umum (go public merupakan media promosi). 
  8. Perusahaan mendapatkan dana yang relatif besar dan diterima sekaligus (tidak dengan termin-termin).
  9. Kebanyakan Investor publik biasanya tidak berminat untuk masuk dalam manajemen perusahaan, sehingga kondisi ini tidak mengurangi kekuasaan pemilik lama. 

Konsekuensi Go Public Dengan Saham

Manfaat dan Konsekuensi Go Public dengan Saham

Tentu sangat terbantu dengan mendapatkan dana murah dan tanpa batas dari masyarakat, namun jangan lupa perusahaan yang sudah go public juga harus mengubah sikap dan perilakunya, paling tidak meninggalkan perilaku tradisional yang belum dikelola secara profesional. Untuk menjadi perusahaan publik yang baik, ada konsekuensi dan resiko yang harus dipikul perusahaan, di antaranya adalah:

  1. Senantiasa berusaha untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan perusahaan.
  2. Keharusan untuk mengikuti dan mentaati peraturan-peraturan dalam Pasar Modal mengenai kewajiban pelaporan. 
  3. Kewajiban membayar deviden. 
  4. Keharusan untuk keterbukaan (full disclosure). 
  5. Gaya manajemen perusahaan berubah dari informal menjadi formal. 

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

Konsep A3 dari Pelayanan Prima! Berikut Penjelasan Singkatnya

54 Ide Peluang Usaha Jasa yang Unik, Kreatif, Inovatif, Menguntungkan, dan Tanpa Modal

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

20 Peluang Usaha Modal 50 Juta Rupiah Beserta Rinciannya

7 Tips Mencari Inspirasi Nama Merek Supaya Cepat Ngetop

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli