Cara Menilai Kinerja Karyawan untuk Kenaikan Jabatan

Bagi perusahaan mana pun akan ada masanya untuk menaikkan jabatan karyawannya ke jenjang yang lebih tinggi. Tentu saja itu berpengaruh pada gaji dan tunjangan yang diberikan untuknya. 

Akan tetapi, bagaimana menilai karyawan yang tepat untuk mendapatkan kenaikan jabatan agar tidak salah memilih?

Baca juga: Cara Menentukan Jumlah Karyawan yang Harus Direkrut

Cara menilai kinerja karyawan untuk kenaikan jabatan

Cara menilai kinerja karyawan untuk kenaikan jabatan

Biasanya, itu adalah tugas Human Resource Development (HRD) untuk menganalisis dan memberi laporan kepada direkturnya. Mereka juga yang menilai apakah karyawan berhak menaiki jabatannya atau tidak. 

Tetapi, bagi bisnis yang tidak terlalu besar, kadang tidak memiliki lini HRD sehingga harus dinilai dan diputuskan sendiri oleh pemiliknya. Kalau demikian, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan karyawan mana yang berhak naik jabatan.

Kebanyakan pebisnis memutuskan kenaikan jabatan adalah karena lamanya dia bekerja. Tunggu dulu, sebenarnya l├íma bekerja bukan berarti membuat seseorang menjadi layak untuk mendapat kenaikan jabatan. 

Dia memang loyal, tapi (yang paling penting) apa dia mampu berada di posisi itu?

Sebagai permisalan saja, ada karyawan yang sudah bekerja 10 tahun sebagai staf. Ketika ada kekurangan posisi manajer, apa staf tersebut layak mendudukinya? 

Harus dilihat dulu apakah dia bisa menjadi pemimpin karena menjadi pemimpin dan bekerja itu berbeda. Menjadi pemimpin tanggung jawabnya besar dan harus bisa mengelola waktu serta sumber daya dengan bagus. 

Kalau staf itu bagus dalam pekerjaannya, tapi tidak memiliki kemampuan untuk memimpin, sama saja dia akan menghancurkan timnya. Kalau begitu, apa cara paling aman yang bisa dilakukan untuk menilai karyawan berhak mendapat kenaikan jabatan atau tidak?

Sebenarnya bisa dilakukan sebagaimana cara pertama kali perusahaan mencari karyawan. Ada ujian, proses wawancara, sampai mencari informasi dari portfolio dan cv. 

Begitu juga yang harus dilakukan ketika perusahaan akan menaikkan jabatan karyawannya. Lakukan uji kompetensi. 

Biasanya yang ikut akan beberapa orang, tapi dari sana benar-benar bisa dilihat apakah orang itu bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan jabatan barunya atau tidak. Jadi, itu lebih fair. 

Benar-benar memilih karyawan yang tepat dengan cara yang tepat. Uji kompetensi seperti ini juga membuat karyawan yang lebih lama bekerja terpacu untuk bekerja sesuai yang diinginkan perusahaan agar bisa memperoleh kesempatan untuk kenaikan jabatan.

Tapi bagaimana jika tidak ada yang sesuai dengan yang dicari? 

Buka lowongan dan cari orang yang sesuai dari luar, meski bukan dari karyawan Anda. Pada intinya, Anda harus benar-benar mencari orang yang tepat dari mana pun asalnya karena orang yang tepat untuk posisi yang strategis itu bukan pilihan, tapi mutlak kebutuhan.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Contoh Teks Mempromosikan Produk Seperti Pakaian, Kecantikan maupun Elektronik

Cara Menentukan Harga Jual Barang Sembako

Mengelola Modal Usaha Playground Indoor Dengan Lebih Hemat

Contoh Teks Sales Menawarkan Produk