Cara Menghindari Penipuan dalam Bisnis

Cara Menghindari Penipuan dalam Bisnis

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada banyak penipuan yang terjadi dalam dunia bisnis. Korban sudah banyak, pelaku juga banyak yang tertangkap, tetapi tetap saja penipuan terus terjadi.

Sebenarnya ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan di negara maju pun juga banyak kasus sama. Jadi, jangan mengandalkan atau berharap pada hukum agar mereka ditangkap. 

Karena, kalau penipuan sudah terjadi dan pelakunya sudah di penjara pun, belum tentu juga uang Anda akan kembali. 

Jadi, langkah paling bagus adalah melakukan pencegahan.

Baca juga: Cara Menentukan Jumlah Karyawan yang Harus Direkrut

Cara Menghindari Penipuan dalam Bisnis

1. kenali siapa pun yang akan melakukan kerja sama bisnis atau menjadi karyawan Anda

Ini terlalu penting untuk ditinggalkan. Biasanya mereka punya identitas dan CV. Jangan percaya mentah-mentah dengan itu. Kalau memang untuk kerja sama bisnis, datanglah sesekali ke rumahnya untuk mengetahui alamatnya benar atau tidak. Sementara untuk mencari karyawan, cek perusahaan lama yang mereka cantumkan. 

Cari tahu sejarah mereka ketika bekerja di sana. Bisa jadi juga, mereka ternyata hanya mencantumkan nama perusahaan itu padahal belum pernah bekerja di sana. Itu penipuan. Jika pada awalnya saja dia sudah tidak baik, berarti di kemudian hari ada kemungkinan dia berbuat kecurangan yang lebih besar lagi.

2. Perjanjian

Kalau bisa dalam membuat surat perjanjian itu menggunakan notaries karena notaris harusnya memiliki kewajiban untuk mengecek semua dokumen baik dokumen Anda maupun pihak kedua. Selain itu, mereka juga lebih paham apa saja yang harus ditulis dalam surat perjanjian itu.

Jangan pernah lupakan perjanjian ini dan jangan melakukan apa pun sebelum perjanjiannya ditandatangani oleh kedua pihak. Buat isi perjanjian dengan pasal-pasal yang tidak merugikan tapi juga memberi ancaman hukum jika ada yang ingkar. Biar adil, masukkan juga pasal jika Anda melakukan kecurangan, Anda pun juga siap menanggung risikonya.

3. Cek dan ricek

Meski kerja sama sudah berjalan dan sudah ada perjanjian, Anda tetap harus selalu cek dan ricek setiap laporan. Jadi, apabila ada yang mencurigakan, Anda bisa mengenalinya dari awal untuk mencegah penipuan dan kerugian lebih besar yang bisa membuat perusahaan Anda kesulitan.

Banyak kasus pelanggaran kerja sama bisnis hanya dibiarkan begitu saja. Hal ini terjadi karena sering kali pebisnis tidak mau repot jika harus menghadiri sidang berkali-kali atau sifat "pakewuh" karena yang bekerja sama adalah saudara atau teman dekat. Kemungkinan lain, adalah karena menurut mereka kerugiannya tidak terlalu banyak. 

Jadi, daripada menghabiskan waktu untuk mengurus dan memberi pelajaran orang yang merugikan mereka, lebih fokus kepada bisnis dan mencari untuk lebih banyak untuk mengganti kerugian yang sudah terjadi.

Seharusnya bisnis adalah bisnis. Dalam bisnis, tidak boleh mengenal saudara atau teman dekat. Semuanya dilakukan atas dasar kerja sama dan saling menguntungkan. Jadi, jika ada yang tidak menepati perjanjian seharusnya diproses secara hukum. Kalaupun hal itu sedikit merepotkan, tetapi lihat manfaatnya secara menyeluruh. 

Setelah 'berani' melaporkan orang yang berbuat curang kepada Anda, sejak saat itu juga siapa pun yang akan bekerja sama dengan Anda akan benar-benar berhati-hati dan takut untuk berbuat curang. Risikonya untuk macam-macam dengan Anda adalah hukum penjara dan mereka tahu itu.

Jangan takut dengan proses hukum. Meski repot sedikit, Anda tetap harus melakukannya untuk memberi pelajaran kepada orang yang melanggar perjanjian. Jadi, mereka tidak akan macam-macam lagi. Lagipula mereka sudah merugikan, Anda dan bisnis Anda yang harus ikut menanggung setiap kerugian. Jadi, kenapa harus mengasihani atau 'pakewuh'?

Prosesnya sebenarnya juga tidak terlalu rumit. Laporkan kepada aparat, tentu saja di sana Anda akan ditanyai berbagai macam hal untuk keperluan laporan agar bisa diproses lebih lanjut. Setelah itu Anda akan diberitahu setiap ada kabar terbaru. Jika ada panggilan sidang, usahakan untuk datang. 

Tidak apa apa meninggalkan bisnis sementara agar siapa pun yang berbuat curang akan jera. Jangan sampai dia mendapat keuntungan karena berbuat curang, tetapi juga tidak mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Ayo, budayakan untuk melaporkan siapa pun yang merugikan Anda.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

Konsep A3 dari Pelayanan Prima! Berikut Penjelasan Singkatnya

54 Ide Peluang Usaha Jasa yang Unik, Kreatif, Inovatif, Menguntungkan, dan Tanpa Modal

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

20 Peluang Usaha Modal 50 Juta Rupiah Beserta Rinciannya

7 Tips Mencari Inspirasi Nama Merek Supaya Cepat Ngetop

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli