13 Tanaman Buah di Pekarangan Rumah yang Mudah Dirawat dan Menguntungkan

Tanaman Buah di Pekarangan Rumah yang Mudah Dirawat dan Menguntungkan

Findira kali ini ingin membahas Tanaman Buah di Pekarangan Rumah yang Mudah Dirawat dan Menguntungkan. Penanaman buah di pekarangan pun dapat dilakukan di lahan yang sempit. Salah satu caranya dengan penggunaan pot atau tabulampot. Pada dasarnya semua pohon buah-buahan bisa ditanam dalam pot. 

Namun, tidak semua bisa dengan mudah berbuah di pot. Masing masing tanaman memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari mudah berbuah hingga sulit berbuah jika ditanam di pot. Jenis tanaman yang relatif mudah berbuah di pot antara lain jeruk, mangga. dan jambu. Sementara itu, jenis tanaman yang masih jarang ditanam dalam pot dan sulit berbuah antara lain pisang dan nangka besar. Berbeda dengan penanaman di pot, semua jenis tanaman dapat ditanam di lahan pekarangan secara langsung pada tanah. 

Sebelumnya, kita kenali dahulu apakah pekarangan itu? Pekarangan merupakan lahan di sekitar rumah yang yang biasanya dikelilingi pagar atau pembatas. Letaknya di sekitar rumah sehingga mudah diusahakan oleh seluruh keluarga dengan memanfaatkan waktu luang yang tersedia. Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. Pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain:

  1. Sumber pangan. 
  2. Memberikan keindahan dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal. 
  3. Apotek hidup.
  4. Penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen.
  5. Tempat resapan air.  
  6. Mencegah erosi tanah.  
  7. Sumber plasma nutfah dan ragam jenis biologi.  
  8. Menambah pendapatan keluarga.

Persiapan Penanaman di Pot

Dalam penanaman di pot, persiapan yang dilakukan di antaranya memilih pot dan media tanamnya. Pemilihan pot harus proporsional. Ukurannya pun harus disesuaikan dengan jenis dan pertumbuhan tanaman. Jangan sampai tanaman besar tetapi potnya terlalu kecil. Sebagai contoh, tanaman kecil seperti jeruk sebaiknya ditanam di pot berdiameter 40 cm. Adapun lengkeng, mangga dan rambutan yang tingginya sekitar 1,5 m harus ditanam dalam pot berdiamater 60-80 cm atau dalam wadah drum. 

Demikian pula media tanam yang digunakan harus gembur dan subur. Artinya, media tanam harus memenuhi syarat tumbuh tanaman. Untuk itu perlu memahami jenis campuran media yang cocok untuk suatu tanaman buah. Selain itu. perlu memperhatikan penggantian media tanam minimal dua tahun sekali. Berikut beberapa media tanam yang dapat digunakan seperti tanah, pupuk kandang atau kompos, dan pasir atau sekam.

Persiapan Penanaman Tanaman Buah di Lahan Pekarangan

1. Pembuatan lubang tanam

Sebelumnya. lahan di sekitar lubang penanaman dibersihkan dan gulma, tanaman lain, dan batu-batu. Setelah itu lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 cm x 60 cm dengan kedalaman 60 cm. Pisahkan tanah lapisan atas top soil bagian tanah yang subun dengan tanah lapisan bawah (bagian tanah yang kurang subur). 

Caranya gali Tanah hingga kedalaman 30 cm dari permukaan tanah (top soll), lalu letakkan di samping lubang tanam. Selanjutnya, gali kembali 30 cm ke bawah (tanah lapisan bawah), lalu letakkan di samping lubang tanah yang berlawanan dengan lapisan atas. Biarkan lubang tanam selama satu minggu dalam kondisi terbuka. Tujuannya agar lubang cukup terkena paparan sinar matahari serta oksigen yang cukup dari udara. Selain itu, hama dan penyakit dalam tanah akan mati terkena sinar matahari. 

2. Pemberian pupuk dasar

Sebelum dilakukan penanaman sebaiknya diberikan pupuk dasar ke dalam lubang tanam. Umumnya pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang, seperti pupuk kotoran sapi, pupuk kotoran kerbau dan pupuk 

kambing atau domba. Pupuk kandang yang digunakan harus matang. Ciri-cirinya adalah pupuk sudah tidak panas, berwarna hitam gembur atau tidak lengket, dan baunya tidak menyengat. Selain pupuk kandang pupuk dasar dapat menggunakan pupuk kompos. 

Pupuk dasar diberikan dengan cara dicampurkan ke dalam tanah lapisan bawah, misalnya pupuk kandang sebanyak 25-30 kg, lalu aduk rata. Setelah itu, masukkan tanah lapisan atas ke dalam lubang tanam dan diikuti tanah lapisan bawah. Selanjutnya, dapat diberikan ajir tepat di tengah lubang tanam sebagai petunjuk bibit yang akan ditanam. 

3. Cara penanaman

  • Gali lubang tanam yang telah disiapkan, lalu taburi dengan insektisida (Furadan) untuk mencegah gangguan rayap atau semut dengan dosis 10-20 g atau 1-2 sendok makan per lubang tanam.
  • Keluarkan bibit dari polibag dengan hati-hati. Usahakan tanah dalam polibag tidak pecah. Caranya, sobek polibag terlebih dahulu bibit dengan pisau atau gunting.
  • Masukkan bibit ke dalam lubang tanam sampai batas leher akar, lalu timbun kembali dengan tanah bekas galian dan padatkan.
  • Jika perlu, pasang ajir untuk menopang batang bibit agar tumbuh tegak.
  • Siram bibit dengan penggunaan gembor

13 Jenis Tanaman Buah di Pekarangan Rumah yang Mudah Dirawat dan Menguntungkan

1. Mangga

Bibit yang baik digunakan untuk tabulampot mangga adalah bibit yang diperoleh dari hasil okulasi atau cangkok. Penanaman mangga sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari awal musim hujan atau akhir musim kemarau. Agar tanaman bisa berbuah dengan optimal tanaman harus mendapatkan perawatan intensif yang meliputi penyiraman, penyiangan, penggemburan, dan pemupukan. 

2. Belimbing Manis

Ada beberapa keuntungan dalam penanaman di lahan pekarangan dibandingkan dengan penanaman di pot, di antaranya tidak perlu reporting, buah yang dihasilkan lebih banyak dan dapat tumbuh sebagai tanaman peneduh. Demikian halnya penanaman belimbing manis. 

Siapkan bibit yang sehat. Bibit hasil okulasi yang dipilih telah berumur enam bulan atau lebih, tinggi bibit antara 60-75 cm dan diameter batang 1-1,5 cm, bentuk batang lurus dan tidak bercabang, serta warna daun hijau mengilap dan telah membentuk 3-5 flush. 

Penanaman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari awal musim hujan atau akhir musim kemarau. Kunci kesuksesan membuahkan belimbing terletak pada cara perawatannya. Jika tidak dirawat dengan benar, tanaman akan merana dan kerdil. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan tanaman buah adalah penyiraman, pemupukan pemangkasan dan pembungkusan buah. 

3. Delima

Sebaiknya pilih bibit delima asal cangkokan agar mudah berbuah. Penanaman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari awal musim hujan atau akhir musim kemarau. Tanaman delima yang menyukai sinar matahari ini perlu dirawat aga tumbuh optimal dan berbuah lebat Adapun perawatanya berupa penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan.

4. Jambu Air

Bibit yang dipilih berasal dari hasil penempelan (okulasi) atau penyambungan ditandai dengan adanya beras okulasi atau sambung 20-30 cm dari leher akar. Umur bibit minimal telah mencapai enam bulan dengan tinggi tunas minimal 60 cm dan memiliki 12 pasang helai daun. Tanah yang cocok bagi tanaman jambu air adalah subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. 

Penanaman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari awal musim hujan atau akhir musim kemarau. Tanaman akan tumbuh baik dan berbuah lebat jika dipelihara dengan baik. Demikian juga budidaya jambu air. Oleh karena itu, tanaman perlu diberi perlakuan penyiangan, penyiraman, pemupukan dan pemangkasan. 

5. Jambu Biji

Pastikan bibit berasal dari okulasi (penempelan) yang sehat dan telah berumur minimal 5-6 bulan dengan pertumbuhan seragam dilihat dari satu cabang tunasnya yang memiliki tinggi minimum 40 cm, batang lurus, memiliki delapan pasang daun, dan akar yang kuat. Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. 

Idealnya tanaman ini tumbuh pada tanah yang berpasir gembur, dan banyak mengandung unsur organiknya. Namun, jambu biji juga dapat tumbuh di tanah liar dan berat. Derajat keasaman tanah (PH) yang diinginkan antara 6-6,5. Adapun penanaman di lahan pekarangan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari awal musim hujan atau akhir musim kemarau. Pemeliharaan terhadap tanaman jambu biji tetap diperlukan agar diperoleh hasil yang memuaskan. Pemeliharaan yang dilakukan, yaitu penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan. 

6. Jeruk Manis

Pilih bibit jeruk manis asal okulasi dengan satu cabang dari mata tunas tempel. Tanaman Jeruk dapat tumbuh baik di tanah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 7-27%, debu 25-50%, dan pasir < 50%, cukup humus serta tata air dan udara baik. Jenis tanah andosol dan latosol sangat cocok untuk bertanam jeruk. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5,5-6,5.

Penanaman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari saat musim hujan atau menjelang musim kemarau. Pemeliharaan mutlak diperlukan untuk mendapatkan tanaman bisa berbuah lebat. Pemeliharaan yang perlu dilakukan pada jeruk, yaitu penyiraman, penyiangan, penggemburan, pemupukan, pemangkasan dan penjarangan buah. 

7. Kedondong

Pilih bibit kedondong yang berasal dari tanaman induk yang sehat. Bibit yang berasal dari pembiakan vegetatif harus dari bagian tanaman yang sehat dan dewasa. Bibit sudah mencapai pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan daun antara 10-15 helai. Kedondong menyukai tanah porous gembur, dan mengandung banyak bahan organik. 

Namun, tanaman ini dapat tumbuh juga pada tanah batu kapur dan tanah pasir masam, asalkan memiliki sistem pengairan yang baik. Derajat keasaman tanah (pH) yang sesuai 5,5- 6,2.Tanaman kedondong tidak menyukai genangan air, tetapi pohon ini toleran terhadap kekeringan. 

Waktu yang terbaik untuk penanaman kedondong adalah awal musim hujan. Selama musim hujan akan tumbuh banyak akar sehingga dalam musim kemarau tidak akan kekurangan air. Penanaman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari awal musim hujan atau akhir musim kemarau. Agar tanaman kedondong bisa berbuah dengan optimal, tanaman harus mendapatkan perawatan intensif yang meliputi penyiraman, penyiangan penggemburan, dan pemupukan. 

8. Lengkeng

Bibit lengkeng sebaiknya berasal dari perbanyakan okulasi yang telah berumur minimal enam bulan dengan satu tunas mata tempel yang panjangnya minimal 60 cm dengan sembilan helai daun. Agar rajin berbuah tanaman lengkeng harus dipelihara dengan intensif yang meliputi penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan. 

9. Nangka Mini

Siapkan bibit yang sehat hasil okulasi dan daunnya rimbun atau bibit hasil sambungan dengan tunas grafting-nya telah tumbuh minimal 50 cm dengan jumlah minimal daun delapan helai (sekitar umur minimum enam bulan). Tanah yang gembur dan agak berpasir serta berdrainase baik dengan pH optimum 6-7 merupakan media yang tepat untuk bertanam nangka. 

Adapun waktu penanamannya awal musim hujan atau akhir musim kemarau. Perawatan tanaman nangka mini yang sudah ditanam harus dilakukan agar tumbuh dan berkembang secara optimal dan berbuah lebat. Perawatan yang perlu dilakukan antara lain penyiraman, pemangkasan penylangan, dan pemupukan.

10. Rambutan

Bibit rambutan yang baik berasal dari okulasi yang telah berumur delapan bulan dengan tinggi sekitar 60-75 cm. Ada beberapa keuntungan dalam penanaman di lahan pekarangan dibandingkan dengan penanaman di pot di antaranya tidak perlu repotting, buah yang dihasilkan lebih banyak dan dapat tumbuh sebagai tanaman peneduh.

Penanaman dilakukan awal musim hujan agar kebutuhan air dapat dipenuhi. Perawatan penting pada tanaman rambutan adalah penyiraman, penggemburan, pemupukan dan pemangkasan. 

11. Sawo

Bibit sawo yang dipipih berasal dan cangkok dengan kondisi harus sehat tumbuh normal dan daunnya hijau segar. Tanaman sawo dapat tumbuh dengan baik dengan media tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi, dan drainase baik. Agar tumbuh subur, sehat, dan rajin berbuah, tanaman sawo perlu perawatan yang tepat. 

Oleh karena itu, perlu berapa trik perawatan seperti penyiraman, penyiangan dan pendangiran, pemupukan, pemangkasan. 

12. Srikaya

Bibit srikaya yang baik berasal dari perbanyakan secara vegetatif seperti sambung atau okulasi. Tinggi bibit siap tanam mencapai 50-100 cm. Tanaman srikaya dapat tumbuh pada semua jenis tanah, tetapi bisa lebih maksimal jika tanah tempat tumbuhnya berupa tanah berpasir serta mengandung kapur dan bahan organik tinggi. Keasaman tanah yang sesuai untuk srikaya adalah pada pH 5,5-74. 

Penanaman sebaiknya awal musim hujan ata akhir musim kemarau. Pemeliharaan yang perlu dilakukan saat penanaman srikaya berupa penyiraman, pemangkasan, pemupukan, dan perawatan buah.

13. Sirsak

Pilih bibit sirsak berumur sekitar 10-12 bulan setelah diokulasi atau disambung. Daun-daunnya akan tumbuh berwarna hijau segar dan rimbun. Batang tumbuh lurus dan kuat dengan diameter sekitar 2-3 cm. Tanah yang ideal untuk tanaman sirsak adalah tanah berpasir dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Adapun waktu penanaman sebaiknya awal musim hujan atau akhir musim kemarau. Tanaman harus tetap diperhatikan dengan cara dirawat dengan baik Pemeliharaan yang tepat menjadi kunci keberhasilan penanaman sirsak. Berikut beberapa tips pemeliharaan yang harus dilakukan adalah penyiraman, penggemburan, pemupukan, pemangkasan. 

Begitulah 13 Tanaman Buah di Pekarangan Rumah yang Mudah Dirawat dan Menguntungkan, semoga bisa membantu Anda yang sedang ingin menanam tanaman buah di lahan pekarangan rumah. Selain buahnya bisa untuk di konsumsi pribadi, dapat juga untuk dijadikan pendapatan ekonomi dengan cara di jual, sehingga menanam buah di pekarangan rumah bisa sangat menguntungkan.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

18 Game Android yang Menghasilkan Uang Asli Langsung ke Rekening Tanpa Modal

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

20 Peluang Usaha Modal 50 Juta Rupiah Beserta Rinciannya

6 Jenis Usaha Di Daerah Pegunungan Yang Memiliki Untung Besar

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

5 Jenis Kebutuhan Pelanggan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh Perusahaan

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

Contoh Teks Mempromosikan Produk Seperti Pakaian, Kecantikan maupun Elektronik