Cara Menjadi Broker Properti Pemula yang Sukses dan Handal

Cara Menjadi Broker Properti Pemula yang Sukses dan Handal

Berprofesi sebagai broker properti tentu tidaklah mudah. Jika berangkat dari nol, tentunya Anda harus bekerja ekstra keras. Namun, tidak jadi akan masalah, yang terpenting adalah Anda mampu menikmati pekerjaan sebagai broker properti tersebut. Oleh karenanya, ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang broker, Anda harus memulainya dengan rasa ketertarikan dan minat yang besar. Ketertarikan dan minat yang berasal dari diri biasanya akan membuat Anda  benar-benar menikmati pekerjaan. Anda pun pasti akan lebih siap jika nantinya ada risiko yang harus ditanggung. Jika pekerjaan ini berasal dari minat Anda yang begitu besar, kegagalan besar atau kecil pasti akan teratasi. Berikut ini akan findira berikan tips cara menjadi broker properti pemula yang sukses dan handal. 

Baca juga:  Cara Membeli Rumah Tanpa Modal Uang Sepeserpun

16 kunci sukses menjadi broker properti

Dalam bisnis broker properti, Anda tentu dituntun untuk memperluas pengetahuan tentang dunia broker properti itu. Hal-hal yang berkaitan dalam dunia properti, seperti perkembangan pasar properti di tingkat nasional, pemanfaatan IT sebagai media pemasaran, dan sistem marketing yang baik sudah selayaknya Anda ketahui. Tanpa pengetahuan itu, Anda akan semakin tertinggal dari para broker properti lain, yang kini semakin cerdas dalam bekerja. 

Untuk memperluas pengetahuan, Anda tentu harus rajin untuk mencari informasi, baik mela lui buku-buku, internet, koran, majalah, maupun seminar-seminar. Yang penting, sebagai seorang broker profesional, Anda harus mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai vendor, buyer atau properti yang dijual atau disewakan, karakteristik masyarakat sekitar properti tersebut, kemampuan masyarakat untuk membeli sebuah properti, serta kemampuan broker dalam mendekatkan dirinya dengan lingkungan properti yang dijual. Berikut ini tips menjadi broker properti yang sukses. 

Melakukan Promosi Diri

Mempromosikan diri sebagai seorang broker profesional tentu sangat penting dalam dunia bisnis properti. Harus Anda sadari bahwa bisnis properti adalah sebuah bisnis di mana Anda dituntut untuk selalu bertemu dan berkenalan dengan orang lain, baik buyer maupun vendor. Tanpa mempromosikan diri, Anda tentu tidak akan dikenal oleh mereka.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan daya promosi diri di lingkungan masyarakat tempat properti itu dijual, disewakan, atau akan dilelang, dan sekaligus untuk lebih mudah mendapatkan listing dan potential buyer (selling) di kemudian hari, maka Anda harus bisa menggunakan media penyebaran informasi mengenai diri Anda pribadi (self promotion) sebanyak-banyaknya, melalui hal-hal berikut ini: 

  • Menyebarkan flyer/brosur/booklet dari kantor agen properti di lingkungan jual-sewa properti yang bersangkutan, dengan nama dan foto pribadi serta nomor contact person.
  • Memasukkan nama dan foto pribadi pada jualan properti di majalah lokal atau yang dikeluarkan dari agen properti. 
  • Memasukkan nama dan foto pada jualan properti di majalah dinding apotek, toko, supermarket, rental, warnet, dan kios terdekat. 
  • Mengikuti aktivitas masyarakat (community's activity) dan berkomunikasi baik dengan te tangga, ketua RW, RT, lurah, dan pejabat pemerintah.
  • Membuat spanduk penjualan dengan nama dan foto pribadi, serta contact person broker, bersama sama dengan kantor agen properti. 
  • Memasang tanda (arrow sign) dengan nama pribadi dan kantor agen properti tersebut. 
  • Membuat stiker (car sticker) dengan nama pribadi- di dan kantor agen properti tersebut.
  • Membuat website di internet dengan nama pribadi dan kantor agen properti tersebut.

Membuat Langkah Nyata

Berikut beberapa langkah nyata yang harus ditempuh seorang broker dalam aktivitas pokok dan penunjangnya:

  • Anda harus melakukan tindakan nyata, yang penting lakukan saja.
  • Setelah membuat komitmen, segera lakukan sesuatu.  
  • Untuk melakukan tindakan, dibutuhkan motivasi yang kuat dan semangat yang tinggi. Jadikan langkah awal Anda sebagai langkah ke depan. 
  • Daripada banyak berkhayal, lakukan tindakan yang cepat. Dengan begitu, mimpi Anda akan segera terwujud. 
  • Pada suatu saat, akan terjadi suatu kondisi di mana seseorang akan mendapatkan uang tanpa harus mengeluarkan uang. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan uang. Kalau kita memiliki kredibilitas atau orang sudah menaruh kepercayaannya pada kita, kita akan segera mendapatkan keinginan kita. Tinggal masalah waktu saja. 

Memiliki Manajemen yang Baik

Seorang broker properti profesional harus memiliki manajemen diri yang baik. Manajemen diri yang baik ini meliputi beberapa aspek, yakni sebagai berikut: 

  • Aspek tingkah laku individu, seperti sopan santun, rendah hati, bersuara lembut, bertutur kata baik, dan ramah.
  • Tingkah laku sosial. Dalam hal ini, seorang broker properti professional harus memiliki kemampuan yang baik untuk berinteraksi dengan orang lain. Dia harus dapat tampil penuh percaya diri. Hal tersebut tentu akan memudahkan seorang broker untuk menjual propertinya. 
  • Kemampuan atau skill. Setiap broker properti tentu harus memiliki kemampuan untuk menjual atau menawarkan propertinya. Misalnya, dengan belajar tentang bagaimana membuat promosi yang baik, negosiasi yang baik, penjelasan yang menarik perhatian, dan sistem manajemen atau organisasi yang baik. 
  • Intelektualitas yang tinggi. Seseorang akan jauh dihargai oleh orang lain jika orang tersebut memiliki intelektualitas atau kecerdasan yang tinggi. Demikian juga dengan seorang broker properti. Jika Anda ingin dihargai lebih tinggi oleh para vendor dan buyer, Anda tentu harus memiliki intelektual yang tinggi. Kecerdasan itu hendaknya juga dibarengi dengan kejujuran.

Memiliki Skill Negosiasi 

Pada dasarnya, pekerjaan sebagai broker properti adalah pekerjaan yang menekankan penting nya kemampuan negosiasi. Untuk menjual dan menawarkan barang, pastinya dibutuhkan kemampuan untuk melakukan negosiasi yang baik. Kalau Anda tidak mampu menegosiasikan properti Anda dengan para vendor dan buyer, Anda tentu tidak akan mendapatkan closing. Pada umumnya, ada dua tipe manusia dalam bernegosiasi (negosiasitor), yakni competitive negosiator yang selalu ingin berkompetisi dan harus seperti kontes di panggung serta cooperative negosiator yang mengutamakan kolaborasi/win-win solution. Setelah Anda mengetahui tipe diri Anda sebagai seorang negosiator, selanjutnya Anda harus mengetahui taktik-taktik negoisasi yang paling populer. 

Dalam hal ini, ada sepuluh taktik populer yang dapat Anda pelajari. 

  1. Emotional barrage, yaitu memancing emosional vendor/buyer agar lebih lunak memberikan empati.  
  2. Lawring expectation, yaitu membanting harga penawaran untuk memberikan shock therapy.  
  3. Ultimatum, yaitu menentukan batas waktu atau alihkan pembicaraan.  
  4. Sad story, yaitu cerita panjang tentang latar belakang, kadang-kadang dipakai untuk memberikan simpati.  
  5. The squeeze, yaitu memberikan batas waktu dan tekanan. 
  6. The Nibble, yaitu memperlihatkan harga terendah atau mengalihkan pembicaraan kepada orang lain. 
  7. Good guy, yaitu memberikan nasihat yang berlawanan atau bad guy, memberikan nasihat yang jelek dulu baru yang baik.  
  8. The surprise, yaitu memberikan kejutan-kejutan dalam penjelasan. 
  9. Assumptive clause, yaitu menggunakan kata-kata pengandaian/perumpamaan untuk memberikan empati.  
  10. Delay tactic, yaitu mengulur-ngulur waktu untuk meredam emosi dan mencari waktu yang tepat untuk bernegosiasi.

Disiplin Waktu

Time is money, demikian kata pepatah. Dalam konsep Islam, waktu adalah pedang. Meski kedua kalimat itu berbeda redaksi kata, namun pada intinya, waktu merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Secara khusus, bagi seorang broker

properti profesional, waktu juga sangat penting. Saking urgennya, waktu harus bisa dimaksimalkan sebaik mungkin untuk mendapatkan properti, menawarkan, dan menjualnya. Kegiatan itu tentu harus ditata secara rapi. 

Mengetahui Profil Pemilik 

Sebelum melakukan listing, seorang broker properti tentu harus mengetahui secara detail fil pemilik properti atau vendor dan bagaimana tipenya. Sebab, ketika melakukan listing, seorang broker pasti akan menghadapi berbagai macam vendor. Seorang broker juga harus mengetahui apa yang diinginkan oleh vendor, sehingga mudah dalam menjalankan listing, menawarkan, memasarkannya, dan mengatasi masalah yang terjadi hing ga tercapainya closing.

Biasanya, ketika terjadi masalah, maka akan dicari skala prioritas. Ada tiga hal yang menjadi prioritas seorang vendor, yakni prince (harga) yang tinggi, shortest time (cepatnya waktu penjualan), dan privasi atau ketenangan di mana dirinya aman dari gangguan.

Bai seorang broker profesional, ketiga keinginan vendor tersebut seharusnya disikapi dengan bijak, sehingga tercapai solusi yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak, baik broker maupun vendor. Namun, jika keinginan vendor saja yang dipahami, sementara broker tidak, biasanya kedua belah pihak akan kesulitan dalam menjalankan transaksi.

Mengetahui Sumber-Sumber Pembeli

Kesuksesan seorang broker properti dalam melaksanakan pekerjaannya dapat diukur dari jumlah pembeli properti. Semakin banyak pembeli properti, semakin banyak pula komisi yang didapatkannya.

Untuk mendapatkan calon pembeli, seorang broker biasanya mencari melalui sumber-sumber yang dapat dilacak keberadaannya berdasarkan sistem promosi dan lokasi listing, sesuai dengan jenis/tipe pembeli di lapangan. Yang termasuk sumber pembeli berdasarkan sistem promosi ada lah iklan di media massa dan jaringan atau relasi bisnis. Adapun sumber pembeli yang berdasarkan vokasi listing biasanya adalah pembeli yang berada di sekitar area/lokasi listing atau lokasi lain yang masih berdekatan. Namun, karena kecanggihan teknologi, seorang broker juga bisa menggunakan media internet untuk melacak keberadaan para calon pembeli. 

Mengetahui Karakteristik Pembeli

Seperti yang penulis jelaskan di atas, keberadaan pembeli sangatlah penting bagi broker properti. Maka, seorang broker properti akan lebih berhasil jika ia mau peduli pada perilaku atau karakter pasar. Menawarkan properti harus didukung dengan cara-cara berkomunikasi yang tepat berdasarkan karakter calon pembeli atau konsumen.

Menjaga Kepercayaan Vendor dan Buyer 

Bagi seorang broker properti, kepercayaan konsumen, baik vendor maupun buyer, adalah segala-galanya. Jika kepercayaan mereka sudah didapatkan, maka proses transaksi yang berujung pada komisi tentu akan mudah dilakukan. Namun sebaliknya, jika buyer dan vendor tak kunjung menaruh kepercayaan pada broker, maka akan berakibat pada gagalnya proses transaksi. Seorang broker haruslah bekerja dengan profesional dan penuh kejujuran. Dengan begitu, para konsumen pun akan semakin mudah untuk menaruh kepercayaannya. 

Namun, untuk bekerja secara profesional dan jujur, tentu tidaklah mu dah. Seringkali, transaksi kotor dengan berbagai kecurangan dilakukan asal keuntungan yang didapatkannya besar. Tentu hal harus Anda hindari. Anda harus belajar berbisnis dengan cara-cara yang bersih. Meski hasil yang Anda peroleh tidak terlalu besar, namun hal itu akan membuat hidup Anda jauh lebih bermakna.

Membangun Branding Bisnis 

Dalam menjalankan suatu bisnis, tentunya tidak lepas dengan bagaimana cara membangun branding bisnis. Bisnis tanpa branding bisa dikatakan bisnis yang asal-asalan, karena bagaimana pun tujuan dari berbisnis yaitu membuat produk bisnis itu laku keras, melekat di hati konsumen, dan terus dicari oleh pembeli. Demikian halnya dalam bisnis broker properti, branding bisnis juga sangatlah penting. Dalam membangun brand yang kuat, harus dimulai dengan menggabungkan antara kekuatan pikiran, hati, dan jiwa, yang kemudian diwujudkan ke dalam suatu bentuk bisnis dengan menciptakan misi, visi, dan nilai yang unggul dalam bentuk produk bisnis. Untuk menciptakan branding ini, Anda bisa me pasang iklan.

Dengan beriklan, Anda akan mendapatkan banyak pengunjung. Dengan semakin banyaknya pengunjung, maka semakin banyak pula pembeli produk bisnis Anda, baik di media cetak Printing), iklan luar ruang (outdoor), maupun iklan iklan model baru lainnya. Namun, untuk membangun brand yang kuat, Anda tidak cukup hanya mengandalkan iklan saja. Anda juga dituntut untuk melakukan sesuatu yang mengena di pikiran konsumen dalam berbisnis. relasi memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini. Untuk itulah, Anda harus membuat sesuatu yang bisa melekat di pikiran para konsumen, sehingga mereka bisa percaya terhadap bisnis Anda.

Dalam hal ini, Anda bisa memulai dengan aktif dalam komunitas bisnis. Untuk memperkenalkan produk bisnis kepada konsumen, Anda bisa memulainya dengan join di komunitas bisnis tersebut. Disini, Anda bisa menunjukkan keahlian yang Anda miliki serta apa nilai plus dari keahlian tersebut yang tidak dimiliki orang lain. Tentu, tujuannya adalah menjalin kepercayaan dan meningkatkan reputasi diri Anda.

Memilih Lokasi Properti yang Tepat

Lokasi adalah salah satu faktor penting dalam menentukan suatu produk properti atau real es tate. Lokasi yang baik, sehat, dan nyaman, biasa nya memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibanding dengan lokasi yang tidak memenuhi salah satu kriteria tersebut. Sebagai seorang broker yang cerdas, Anda tentu dituntut untuk mengetahui lokasi di nama properti tersebut berada. Jika Anda ingin memperoleh komisi yang semakin banyak, tentu nilai transaksinya juga harus besar. Nah, berikut adalah panduan bagi para broker untuk mendapatkan lokasi properti yang tepat: 

  • Terus ikuti berita tentang perkembangan properti di wilayah yang Anda inginkan. Hal ini bisa Anda lakukan dengan memonitor berita di surat kabar. Dan, cobalah berlangganan berita berita properti pada website properti melalui akun email Anda. 
  • Bacalah berita dan laporan perkembangan investasi ekonomi di wilayah tersebut. Faktor makro ekonomi suatu wilayah akan sangat menentukan besarnya komisi dari transaksi yang Anda lakukan. 
  • Kunjungi lokasi tersebut. Anda bisa meninjau sendiri bagaimana keadaan properti di sana dan bagaimana lokasinya. Setelah informasi yang Anda dapatkan cukup, Anda bisa langsung melakukan listing 
  • Sebuah properti yang bagus harus dekat dengan pusat aktivitas masyarakat, seperti tempat perbelanjaan, sekolah, atau kampus. Namun, ada pula para buyer yang justru menyukai tempat yang lebih santai dan mungkin jauh dari pusat keramaian. Anda setidaknya harus memperhatikan hal tersebut. 
  • Pilihlah properti di lokasi yang setidaknya mobil bisa masuk. Sebab, hal itu akan semakin meningkatkan harga jualnya di masa depan. Akan lebih bagus lagi apabila berada di jalan raya dengan ruas jalan lebih dari 2 m. 
  • Pastikan lokasinya propertinya tidak berada dikawasan yang rawan banjir. Sebab, hal itu akan sangat menurunkan marketplace dari properti Anda. 
  • Memahami masalah pengelolaan properti. Anda setidaknya memahami bagaimana cara mengelola properti yang Anda tawarkan pada buyer, sehingga kualitasnya semakin baik. 
  • Mencari properti dengan bantuan Google. Salah satu keuntungan ketika Anda memahami dunia IT adalah Anda dapat memanfaatkan salah satu aplikasi di internet untuk melacak Lokasi properti yang tepat. Google akan mencari letak properti Anda berdasarkan alamat properti yang Anda input saat me-listing-nya. Hal ini akan menjadi critical point untuk Anda, agar memasukkan data alamat properti Anda dengan akurat saat listing.

Menentukan Strategi Pemasaran yang Tepat

Seorang broker profesional haruslah menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk propertinya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Contoh strategi pemasaran tersebut adalah apakah Anda akan memasang papan tanda dijual atau tidak, apakah papan tanda Anda sudah cukup kelihatan, atau apakah perlu memasang papan informasi penjualan di sekitar properti tersebut. Namun, dari semua itu, yang harus dipastikan adalah selalu mencantumkan nomor telepon yang mudah dihubungi dan sang penerima telepon juga harus menguasai spesifikasi properti yang sedang dipasarkan. 

Pastikan Anda dapat melayani dan menjawab pertanyaan dari calon pembeli secara baik dan ramah, agar calon pembeli menjadi tertarik untuk meninjau properti tersebut. Susun program pemasaran properti tersebut dalam jadwal yang bisa direalisasikan dengan baik dan benar. Beberapa broker properti yang profesional, biasanya selalu merangkum hal ini dalam Service Guarantee Jaminan Layanan) mereka.

Baca juga :  Contoh Program Kerja Marketing Property yang Benar

Meningkatkan Kreativitas 

Dalam berbisnis, kreativitas sangatlah penting. Begitu juga dalam bisnis broker properti. Kreativitas yang biasa diartikan dengan kemampuan untuk memunculkan gagasan baru ini, tentulah harus selalu dipupuk dalam diri seorang broker properti profesional.

Jika Anda tidak mempunyai kreativitas dalam berbisnis, Anda pasti akan terlempar jauh dari peradaban bisnis yang sangat keras dan ketat ini.

Kreativitas bisa diciptakan apabila Anda sudah mempunyai gagasan yang positif. Jadi, apabila gagasan kita negatif, maka hal itu bukan bentuk dari kreativitas. Gagasan itu akan membentuk sebuah konsep yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah kreativitas.

Dengan kreativitasnya, seorang broker akan mampu melahirkan kreasi-kreasi baru dalam melakukan transaksi. Salah satu contoh bentuk kreatif dalam bisnis ini adalah ketika bertransaksi dengan pembeli, si broker memberi semacam bonus bagi nya. Atau, mungkin sebelum melakukan penjualan, agar properti berupa rumah yang akan dijual memiliki harga yang lebih tinggi, di broker melakukan perbaikan-perbaikan atau penataan interior ruangan rumah dengan penataan yang lebih baik.

Memiliki Sertifikat

Berdasarkan peraturan yang ada, yakni peraturan nomor 33/M-DAG/PER/8/2008 tentang perusahaan perantara perdagangan properti, seorang broker properti profesional mutlak memiliki sertifikat sebagai bukti legal profesinya. Hal ini penting agar broker properti tersebut memiliki tata aturan yang jelas dalam menjalankan pekerjaannya. Selain itu, sertifikat adalah bukti bahwa broker properti tersebut merupakan seorang pekerja profesional.

Dengan bukti itu, kantor agen pun tidak akan segan untuk menerima broker tersebut sebagai anggota tim di kantornya. Untuk memudahkan para broker profesional dalam mendapatkan sertifikat, pihak AREBI sebagai wadah terbesar broker di tanah air telah mem bentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bawah pengawasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP inilah yang kelak akan mengeluarkan sertifikat tersebut dan hanya diberikan kepada pimpinan perusahaan maupun broker yang lolos uji.

Sabar

Terkadang, untuk meraih kesuksesan, dibutuh kan kesabaran yang tinggi. Dalam menjalankan bisnis broker properti, Anda pun dituntut memiliki kesabaran tinggi itu. Ketika berada di lapangan, Anda akan menemukan banyak persoalan yang mungkin dapat memancing emosi. 

Bekerja Sama dengan Perusahaan Agen Properti

Sangatlah penting bagi seorang broker profesional untuk bekerja sama dengan perusahaan agen properti yang tepercaya. Sebab, di Anda dapat memperluas pengetahuan tentang tempat itulah properti. Di tempat itu pula, Anda dapat belajar mengenai teknik-teknik negosiasi, manajemen per kantoran, dan keahlian lain yang berkaitan dengan dunia bisnis properti. Yang menarik, ketika Anda memutuskan untuk bergabung dalam sebuah perusahaan agen properti, maka relasi yang Anda miliki akan bertambah banyak. Sebab, banyak perusahaan agen properti profesional, terutama yang sudah bergabung dengan AREBI, yang menjalin kerja sama bisnis dengan para pengusaha kaya di tanah air.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

18 Game Android yang Menghasilkan Uang Asli Langsung ke Rekening Tanpa Modal

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

20 Peluang Usaha Modal 50 Juta Rupiah Beserta Rinciannya

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

3 Keuntungan dan Kelemahan dalam Memilih Tenaga Kerja yang Tidak Terlatih

6 Jenis Usaha Di Daerah Pegunungan Yang Memiliki Untung Besar

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Toko Kelontong Modal 20 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya