Cara Investasi Emas Batangan yang Menguntungkan dengan Sistem Gadai di Bank Syariah

Cara investasi emas

Ada satu ungkapan yang menarik tentang emas yang merupakan sebuah fakta, "Emas tidak membuat orang semakin kaya, tetapi emas membuat orang tetap kaya." Begitulah yang diungkapkan oleh seorang marketing kenamaan Indonesia, Tung Desem Waringin. Ungkapan Tung tersebut memang benar. Sebab, selama 14 abad ini (sejak zaman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam), 1 dinar emas seharga 1 ekor kambing. Artinya, emas memiliki tingkat keseimbangan dengan harga barang dan jasa lain selama berabad-abad.

Dengan ungkapan lain, nilai emas pada hakikat nya adalah sama dan tidak terpengaruh sama sekali oleh laju inflasi maupun deflasi. Sehingga, saat harga emas naik, biasanya harga kebutuhan barang dan jasa lainnya juga ikut naik. Dan, ketika harga emas turun, harga lainnya juga ikut turun. Dengan demikian, Anda masih mendapat keuntungan di antara kedua waktu tersebut jika di lakukan secara tepat. Akan tetapi, jika Anda ingin mendapatkan keuntungan berlipat-lipat, Anda harus mempunyai jurus-jurus saktinya.

Lantas, apa saja jurus sakti yang instrumen utamanya adalah sistem gadai? Simaklah beberapa jurus di bawah ini.

Baca juga: Apakah investasi emas menguntungkan?

Langkah-Langkah dan Jurus Sakti dalam Pegadaian Emas

Untuk memahami uraian ini, Anda mesti mencermati contohnya terlebih dahulu. Misalnya, Anda akan berinvestasi emas Anda sebanyak 8 gram. Harga emas batangan 8 gram bersertifikat ialah Rp 8.100.000 Saat ini, Anda memiliki uang tunai sebesar Rp 11.580.000 Dengan demikian, Anda harus menyisihkan uang dari primary income untuk investasi emas minimal 1 x dalam sebulan senilai Rp 3.480.000 (yang diambil dari total modal dikurangi harga emas). Nilai gadai emas di bank, misalnya 85% dari harga taksir bank. Harga kasir bank Rp 750.000/gram. Adapun biaya penitipan sebesar Rp2.000,00/gram/bulan.

Setelah mengkaji uraian tersebut, Anda bisa mengetahui penerapannya dalam berinvestasi emas melalui beberapa langkah berikut:

1. Langkah Pertama

Belilah emas batangan 8 gram dengan uang tunai yang Anda miliki. Jadi, perhitungannya ialah: Rp 11.580.000 - Rp 8.100.000 = Rp 3.480.000

Dengan demikian, saat ini, Anda telah memiliki emas 8 gram, sedangkan sisa uang Anda setelah dibelikan emas adalah Rp 3.480.000

2. Langkah Kedua

Bawalah emas batangan 8 gram tersebut ke Bank Syariah Mandiri karena bank ini yang membuka gadai emas, meskipun tidak semua cabang telah menyediakan. Jadi, Anda harus mencari dan memilihnya. Ketika di bank, gadaikan emas Anda.

Proses gadai biasanya hanya membutuhkan waktu sebentar, dan Anda langsung mendapatkan dana sebesar Rp 5.100.000 dari hasil gadai tersebut Jadi, perhitungannya adalah sebagai berikut:

Rp 750.000 x 85%

= Rp 637.500 X 8 gram = Rp 5.100.000

Keterangan:

Rp 750.000 = Harga taksir bank

85% = nilai gadai/harga taksir bank

8 gram = jumlah gram emas

Rp 5.100.000 = uang gadai yang diterima

Agar lebih mudah dalam proses pembukuan bank, sebaiknya Anda juga membuka rekening di bank tersebut. Karena Anda menitipkan, maka Anda dikenai biaya penitipan. Misalnya, Anda menitipkan uang di sana selama 1 tahun, berarti perhitungannya adalah sebagai berikut:

Rp2.000,00/gram/bulan X 8 gram X 12 bulan = Rp 480.000

Jadi, sisa uang Anda saat ini ialah: Rp 3.480.000 - Rp 480.000 = Rp 3.000.000

3. Langkah Ketiga

Uang hasil gadai sebesar Rp. 5.100.000 ditambah sisa uang Anda sebanyak Rp 3.000.000 (Rp 3.480.000 - Rp 480.000) menjadi Rp 8.100.000 Dengan uang segitu, sudah cukup bagi Anda untuk membeli emas batangan lagi seberat 8 gram. 

Keterangan:

Rp 5.100.000 = uang hasil gadai

Rp 3.000.000 = uang sisa income

Rp 480.000= biaya penitipan

4. Langkah Keempat

Pada langkah keempat ini, Anda harus memperhatikan ketentuan dengan benar, yaitu emas yang kedua (hasil pembelian kedua) jangan digadaikan dahulu. Sebaiknya, Anda tunggu sampai minimal Anda memiliki uang Rp 3.480.000 sebagai uang sisa (primary income)

Jika uang Anda telah terkumpul sesuai dengan jumlah tersebut maka Anda dapat langsung mengulangi langkah kedua. Mengapa harus terkumpul uang sekian? Hal ini merupakan syarat yang mem buat Anda bisa melakukan investasi yang sakti. Sebab, rumusnya, Anda hanya bu tuh dana minimal untuk memperoleh emas yang Anda inginkan.

Anda harus melakukan ini berkali-kali. Sebab, sebagaimana teorinya, emas merupakan investasi jangka menengah yang membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk benar-benar menikmati hasilnya. Misalnya, jika Anda melakukannya selama 6 kali. 

Sampai langkah ini, Anda harus memperhatikan ketentuannya secara saksama agar Anda bisa untung dalam permainan tersebut. Anda hanya perlu mengingat bahwa emas yang terakhir merupakan "kunci harta karun". Maka, jangan sampai digadaikan. Sebab, permainan investasi itu berada pada emas terakhir yang dapat membebaskan emas lainnya yang berada di bank.

Kenapa bisa demikian? Cobalah perhatikan kembali emas kedua dan selanjutnya. Jika Anda perhatikan, 2/3 pembelian emas (Rp 5.100.000) yang memberi modal adalah pihak bank. Kemudian, saat harga emas naik, seluruh kenaikan tersebut dinikmati oleh Anda. Oleh sebab itulah, jurus sakti investasi akan membuat Anda semakin kaya.

Apabila Anda masih bingung, cermati kembali penjelasan berikutnya. Misalnya, ini transaksi kerja sama antara Anda dan saya. Seandainya saya mempunyai uang Rp 5.100.000 sedangkan Anda memiliki uang Rp 3.000.000 maka jika digabungkan akan menjadi Rp 8.100.000 Setelah itu, uang tersebut dibelikan emas sehingga menjadi milik bersama. Karena milik bersama, maka porsi kepemilikan saya kurang lebih 2/3, sedangkan porsi kepemilikan Anda kurang lebih 1/3.

Nah, ketika harga emas mencapai Rp10.200.000/8 gram, sedangkan Anda dan saya sepakat menjualnya, maka kita mendapatkan selisih keuntungan kenaikan emas sebesar Rp 10.200.000 - Rp 8.100.000 = Rp 2.100.000 Karena emas tersebut milik bersama, maka hak saya atas selisih harga emas tersebut adalah 2/3 = Rp 1.4000.00 sedangkan hak Anda adalah Rp 700.000 Itulah yang akan terjadi jika saya dan Anda membeli emas dengan cara patungan. 

Namun, pada jurus sakti berinvestasi emas, pembagian selisih kelebihan harga emas tersebut tidak terjadi. Mengapa bisa demikian? Hal ini dikarenakan berapa pun kenaikan harga emas, utang Anda kepada bank tetap Rp 5.100.000 Selebihnya, semua selisih harga emas ini merupakan milik Anda. 

Sementara itu, Anda hanya diwajibkan membayar biaya pemeliharaan sebesar Rp 480.000 selama setahun. Jika dihitung-hitung, nilainya jauh dari kenaikan harga emas itu sendiri. Menguntungkan, bukan?

Harga di atas hanya contoh dan simulasi saja, karena harga bisa berubah kapan saja.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

18 Game Android yang Menghasilkan Uang Asli Langsung ke Rekening Tanpa Modal

20 Peluang Usaha Modal 50 Juta Rupiah Beserta Rinciannya

5 Jenis Kebutuhan Pelanggan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh Perusahaan

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

Warung Sembako Modal 5 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli

Contoh Teks Mempromosikan Produk Seperti Pakaian, Kecantikan maupun Elektronik