Tahapan Membeli Rumah KPR Agar Tidak Tertipu

Tahapan membeli rumah kpr

Proses transaksi jual beli properti seperti rumah hunian belum tentu sama persis dengan proses penjualan produk lainnya. Karena  besar penjualan properti di pasar primer, pembeli tidak dapat langsung memiliki properti rumah yang dibelinya. Developer akan membangun terlebih dahulu sampai dengan selesai dan menyerahkan rumahnya setelah 100% terbangun. 

Tahapan Membeli Rumah KPR

Berikut ini akan kita lihat tahapan atau langkah langkah secara runut proses jual beli properti rumah dari developer. 

1. Tanda jadi (Booking Fee) 

Tanda jadi atau booking fee adalah sejumlah uang yang dibayarkan sebagai bentuk pengikatan atas produk yang akan dibeli. Jika ternyata transaksi jual beli dibatalkan, maka tanda jadi itu akan hangus atau dibayar separuhnya, hal ini tergantung dengan perjanjian sebelumnya. Selain itu, tanda jadi selanjutnya bisa menjadi pengurangan harga jual atau bisa juga menjadi biaya di liat harga jual produk yang dijadikan obyek jual beli. 

Dalam kaitannya dengan jual beli properti, setelah developer meluncurkan produk propertinya, tahapan awal penjualan adalah deal dan closing dengan konsumen. Konsumen kemudian diwajibkan membayar sejumlah uang sebagai booking fee atau tanda jadi. 

2. Konsultasi desain arsitektural rumah

Konsultasi desain arsitektural adalah perubahan konsep bangunan rumah yang mungkin diinginkan konsumen atau ada konsumen yang tidak menyetujui desain awal dari developer. Proses ini bisanya dilakukan setelah konsumen memilih kapling. Akan tetapi tidak semua developer memperbolehkan perubahan ini, alasannya adalah menyangkut dengan pertimbangan sebuah wilayah. Selain itu, perubahan desain juga bisa membuat harga properti bertambah dibanding ketika tidak ada perubahan. 

3. Proses KPR

Kebanyakan orang membeli rumah dengan memanfaatkan kredit pemilik rumah (KPR), jarang yang membelinya dengan kontan. Pihak developer disini akan membantu dan mengawal proses KPR, proses KPR terdiri dari pengumpulan syarat-syarat KPR, proses penilaian baik agunan maupun perhitungan analisa kelayakan konsumen dalam membayar angsuran KPR sampai dengan munculnya persetujuan KPR sampai dengan munculnya persetujuan KPR dari Bank. 

4. Perjanjian awal jual beli

Setelah semua proses di atas, selanjutnya akan diadakan perjanjian awal jual beli sebagai perikatan yang lebih kuat antara konsumen dan developer. 

5. Uang muka (DP) 

Proses selanjutnya adalah bagian keuangan developer akan menagih kan sejumlah uang muka yang telah disepakati sebelumnya. Besarnya uang muka yang harus dibayar bervariasi untuk tiap bank, yang paling umum untuk saat ini uang muka biasanya sebesar 20%-30% dari harga rumah dan dapat diangsur dalam jangka waktu tertentu dan harus lunas sebelum serah terima rumah. 

6. Pembangunan rumah

Setelah semua beres, selanjutnya rumah mulai dibangun. Konsumen tinggal menunggu waktu pembangunan selesai dan melangkah ke proses selanjutnya. 

7. Serah Terima

Setelah pembangunan selesai, selanjutnya rumah diserahterimakan dari developer ke konsumen. 

8. Akad Jual Beli (AJB) 

Akad jual beli (AJB) adalah peralihan hak hukum atas tanah dan bangunan. Hanya dapat dilakukan Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah lainnya. Tentunya sertifikat yang dahulunya atas nama penjual atau developer akan beralih dan diatasnamakan ke konsumen. AJB memiliki kewajiban pembayaran pajak. 

AJB dapat dilakukan sebelum serah Terima rumah apabila skema pembayaran melalui KPR dengan KPR inden. 

Beda KPR inden dan KPR biasa adalah pencairan KPR dapat dilakukan secara bertahap sebelum bangunan dimulai. 

9. Pencairan KPR

Proses selanjutnya, setelah dilakukan AJB dan dibayarkan pajak pajaknya, maka akan dilakukan proses pencairan KPR. Tentu saja dalam pencairan KPR konsumen akan diikat dalam perikatan kredit oleh Bank pemberi KPR di hadapan Notaris perikatan kredit yang ditunjuk oleh pihak bank. 

Panduan dalam bertransaksi properti berupa rumah supaya tidak mudah tertipu

Proses meyakinkan dalam jual beli

Pertama tama, dalam bertransaksi kita harus mampu memberi keyakinan dan kepercayaan. Hal ini akan sangat berpengaruh dalam mendapatkan kesempatan terbaik dan menguntungkan. Kemampuan untuk meyakinkan orang lain ini erat kaitannya dengan kemampuan kita dalam berkomunikasi seperti teknik membujuk, keluwesan berinteraksi, dan kemampuan negosiasi. 

Proses menaksir harga properti

Dalam bertransaksi sebaiknya Anda harus mampu menilai sebuah properti. Dengan melakukan penilaian harga yang tepat tentu saja keuntungan sangat mungkin untuk anda dapatkan dan akan jauh dari kerugian atau penipuan. 

Proses pembiayaan

Untuk membeli rumah, jika Anda memikirkan sumber dana untuk modal investasi, dapat Anda baca selengkapnya pada pembahasan pengajuan KPR ke bank. 

Proses pengelolaan 

Investasi properti adalah investasi yang dapat menjanjikan keuntungan besar, baik dalam waktu jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Untuk prospek jangka panjang, Anda harus mampu mengelola properti dengan baik, agar nilai properti yang anda miliki tetap tinggi bahkan semakin tinggi. 

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Apa yang dimaksud dengan 5A dalam Skema Usaha Jasa Pariwisata?

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

6 Jenis Usaha Di Daerah Pegunungan Yang Memiliki Untung Besar

18 Game Android yang Menghasilkan Uang Asli Langsung ke Rekening Tanpa Modal

Pertanyaan Tentang Segmentasi Pasar yang Belum Anda Tahu

20 Peluang Usaha Modal 50 Juta Rupiah Beserta Rinciannya

5 Jenis Kebutuhan Pelanggan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh Perusahaan

Contoh Kasus Pemasaran dan Solusinya

Contoh Teks Mempromosikan Produk Seperti Pakaian, Kecantikan maupun Elektronik

9 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Menarik Perhatian dan Bisa Meyakinkan Calon Pembeli