9 Cara Agar Dagangan Laris Terus, Cepat Habis, dan Banyak Pembeli

cara agar dagangan laris terus

Akhirnya, yang Anda tunggu-tunggu 9 Strategi Cara Ampuh Agar Dagangan Laris Terus, Cepat Habis, dan Banyak Pembeli akan segera TERBONGKAR!! Findira yakin Anda sudah tidak sabar ingin tau caranya dan segera mempraktikannya. Harapannya, setelah membaca, paham, dan dipraktikan ini bisa semakin membantu Anda dalam meledakkan omset dagangan secara signifikan. Siaaap...?!

Karena dalam tips kali ini Findira akan membeberkan 9 cara ampuh, maka dalam praktiknya nanti, silakan untuk menggunakan satu strategi di setiap harinya (One Day One Technique). Terlebih dahulu Anda boleh baca seluruhnya, namun saat praktiknya, coba kerjakan satu per satu. Lalu tes dan ukur hasilnya. Apakah teknik tersebut benar-benar cocok untuk produk dagangan Anda? Apakah omset yang dihasilkan dirasakan cukup signifikan? Manakah teknik strategi yang paling POWERFUL dan memberikan dampak besar bagi omset bisnis Anda?

Artikel lainnya: 100+ Peluang Usaha Terbaru dan Terlaris yang Menjanjikan Keuntungan Besar

9 Strategi Ampuh agar Dagangan Laris

Berikut ini findira akan kupas tuntas 9 strategi cara ampuh agar dagangan laris terus, cepat habis, dan banyak pembeli. Untuk diketahui, jualan tidak semudah teorinya. Perlu praktek yang banyak dan ketekunan serta amalan dagangan supaya laris. Kalau hanya baca doang tanpa praktik, Anda bukan menjadi penjual ulung, tapi menjadi pemimpi ulung. Hehe.. Padukan keduanya, praktik sebanyak-banyaknya dan belajar sekeras-kerasnya. Dari situlah akan terbentuk pengalaman dan kematangan dalam menjual. Mindset bisa terbentuk, mental akan teruji, serta uang pun dengan sendirinya terkumpulkan, Anda tidak perlu membeli jimat dengan mantra2, garam untuk pelaris, air penglaris dagangan, atau bersifat kesyirikan lainnya menurut islam, cukup ikuti langkah-langkah berikut ini. Bagaimana, sudah bisa kita mulai?

STRATEGI #1: Jangan Pernah Biarkan Calon Pembeli Berkata: "TIDAK"

Kita bisa menyaksikan banyak sekali para penjual yang ketika menjual produknya menggunakan pertanyaan serupa seperti contoh ini "Bagaimana bu Findira, jadi beli bajunya nggak?". Saya yakin, kebanyakan orang akan menjawab NGGAK!! Kenapa demikian? Karena pertanyaan yang digunakan SALAH!

Pertanyaan tersebut secara tidak langsung memberikan sinyal kepada calon pembeli untuk berkata “TIDAK”. Apalagi pertanyaan tersebut terlontar sebelum adanya kedekatan antara calon pembeli dan si penjual.

Lalu, bagaimana seharusnya?

Gunakanlah teknik PERTANYAAN PILIHAN saat Anda ingin melakukan CLOSING, misalnya
  • Lebih suka warna ungu atau kuning?
  • Mau ambil ukuran yang sedang atau besar?
  • Mau bayar tunai atau cicil?
  • Mau DP sekarang atau hari esok?
  • Jaketnya formal atau non formal?
  • Mau dikirim atau diambil sekarang?
  • Mau dikirim ke rumah atau ke kantor?
  • Mau beli 3 pcs atau 3 lusin?
  • Mau paket A atau paket B?
  • Mau paket bulanan atau tahunan?
  • Yang kapasitasnya 3000 mAh atau 5000 mAh?
  • Jam tangannya yang sporty atau formal?
  • Lebih nyaman pake manual atau matic?
Namun perlu diperhatikan, cara ini hanya boleh dilakukan jika Anda sudah benar-benar melakukan pendekatan dengan calon pembeli dan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, atau permasalahan mereka. JANGAN GUNAKAN STRATEGI INI TERLALU CEPAT SAAT ANDA BERJUALAN, kecuali Anda sudah melakukan edukasi sebelumnya.

STRATEGI #2: Buatlah Calon Pembeli Berkata ‘YA’ Sebanyak-banyaknya

Sebuah penelitian menyatakan bahwa jika kita mengajukan enam atau lebih pertanyaan yang dijawab dengan jawaban “YA”, maka untuk jawaban pertanyaan-pertanyaan berikutnya bisa dipastikan adalah “YA”.

Fakta diatas bisa kita manfaatkan dalam dunia penjualan, terutama dalam mempengaruhi calon pembeli untuk berkata “YA” dan membeli barang dagangan kita.

Contohnya....

Findira : “Apakah Anda ingin dagangan Anda cepat laris?”
Pembeli : “Ya...”

Findira  : “Apakah Anda ingin meningkatkan omset dagangan Anda?”
Pembeli : “Ya...”

Findira  : “Apakah Anda ingin memperbanyak jumlah pembeli Anda?”
Pembeli : “Ya...”

Findira  : “Apakah Anda ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak?
Pembeli : Ya...”

Findira  : “Apakah Anda ingin dagangan Anda cepat habis?”
Pembeli : “Ya...”

Findira  : “Apakah Anda ingin mengurangi beban biaya Anda?”
Pembeli : “Ya...”

Findira  : “Apakah Anda ingin segera mengetahui cara dan strateginya?”
Pembeli : “Ya...” (CLOSING!)

Teknik YA YA YA sangat bagus dan cocok ketika Anda sudah memiliki gambaran tentang kebutuhan, keinginan, dan masalah yang dihadapi calon pembeli. Jika Anda ahli dan pintar dalam menggunakan strategi ini, entah ketika jualan offline maupun online, maka Anda akan lebih mudah untuk membuat closing penjualan. Mantap bukan?

Tentu dalam praktiknya, gunakan teknik ini secara mengalir, tidak kaku, dan nyaman didengar.

Misalnya...

Findira  : “Mudah kan mba menemukan alamat kami?”
Pembeli : “Ya, mudah kok. Saya sering lewat sini”

Findira  : “Oh iya, mba sedang mencari baju untuk lebaran ya?”
Pembeli : “Iya nih, persiapan menyambut hari raya idul fitri nanti...”

Findira  : “Pasti seneng banget ya mba bisa kumpul-kumpul keluarga?”
Pembeli : “Iya Alhamdulillah, setelah sekian lama ndak kumpul2 bareng keluarga besar. Hehe...”

Findira  : “Kalau dilihat dari baju mba sekarang, mba suka warna pink ya?”
Pembeli : “Iya, rencana mau nyari yang warna pink juga tapi dgn model yg beda”

Findira  : “Baju model yang ini cantik sekali mba ya?”
Pembeli : “Iya... Harganya yang ini berapa?”

Findira  : “Mba nyarinya baju yang  bagus dan berkualitas kan ya?”
Pembeli : “Iya...”

Findira  : “Mba mau ambil yang ini aja?”
Pembeli : “Iya.. Yang ini aja deh” (CLOSING!)

Bagaimana, sudah paham?

Yang perlu diingat, JANGAN TERLALU LEBAY DAN BERLEBIHAN DALAM BERTANYA, karena calon pembeli Anda bisa BT (bad mood) terhadap Anda. Kalau mereka sudah BT, jangan berharap terjadi Closing penjualan, yang ada malahan calon pembeli bisa pergi ndak kembali lagi.

STRATEGI #3: Permintaan Bisa Naik Jika Produk Semakin Langka

Disadari atau tidak, orang suka dengan eksklusivitas. Value dari eksklusivitas ini bisa digambarkan dengan sebuah keterbatasan dan kelangkaan. Yang termasuk langka itu TIDAK sampai puluhan jumlahnya. Kalau sudah sampai puluhan, ratusan, bahkan lebih, itu sudah tidak terbatas lagi. Hati-hati, jangan sampai salah memahami.

Apa saja yang bisa membuat sebuah produk menjadi langka?
  • Akses membelinya contohnya “Baju ini tidak dijual di toko biasa, hanya melalui reseller...”
  • Jumlah barang/stoknya contohnya “Produk ini jumlahnya terbatas. Hanya ada 3…”
  • Jumlah pembelinya contohnya “Seminar ini terbatas hanya untuk 30 orang saja...”
  • Jumlah produksinya contohnya “Baju ini dibuat secara custom, hanya ada 1. Memang dibuat eksklusif...”
Yang harus dicatat, dalam strategi KELANGKAAN, ketika menawarkan suatu produk Anda jangan berbohong. Kalau memang tidak terbatas, ya tidak boleh katakan terbatas. Nyatakan sesuai kenyataannya, pembeli manapun tidak akan suka dibohongi.

STRATEGI #4: Karena Calon Pembeli Suka Menunda, Gunakan Penawaran yang Tidak Bisa Ditolak Saat Itu Juga

Selain mencari-cari alasan, kebiasaan calon pembeli yang paling sering di jumpai saat kita jualan adalah MENUNDA-NUNDA. Seperti contoh jawaban ini "Nanti aja deh y..", "Tanya suami/istri dulu y..”, “Belum butuh niih...” , “Pikir-pikir dulu yaa...”, “Besok saya hubungi lagi yaa..”, dan lain-lain.

Oleh karena itu, teknik SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI ini sangat cocok untuk Anda untuk mengunci calon pembeli agar melakukan action beli hari itu juga. Caranya?

Gunakan promo seperti  DISKON, HADIAH, BONUS Spesial, GRATIS Ongkos Kirim, Voucher, dan lain-lain. Dan katakan kepada calon pembeli bahwa promo atau penawaran tersebut hanya berlaku khusus hari ini saja. Sehingga mereka akan berpikir bahwa harus membeli sekarang juga. Jika tidak, mereka bisa menyesal. Contoh..
  • “Untuk Diskon 40% hanya berlaku untuk hari ini…” 
  • “Ini adalah hari terakhir untuk medapatkan promo…” 
  • “Sekaranglah waktu yang tepat untuk bertransaksi. Karena besok harganya akan naik...” 
  • “Stok kami sangat terbatas. Jika tidak diambil sekarang, Anda akan kehabisan...” 
  • “Hari ini harganya hanya Rp 30.000. Besok harga naik 2x lipat...” 
  • “Voucher DISKON ini hanya berlaku sampai sore ini. Besok vouchernya hangus!” 

STRATEGI #5: Orang Akan Tertarik Membeli Sesuatu yang Terlihat Lebih Murah

Gunakan tips HARGA CORET, teknik ini sangat bagus ketika Anda sedang melakukan promo terutama saat memainkan harga. Anda bisa menggunakannya di media-media promosi Anda, atau bahkan saat jualan langsung (tatap muka). Kalau Anda melakukannya secara langsung, Anda jelaskan bahwa harga aslinya adalah A, harga penawarannya yang sekarang adalah B.

Contoh:

contoh harga coret

Berdasarkan survei, teknik HARGA CORET ini memberikan perbedaan yang sangat jelas. Orang akan cenderung lebih tertarik memilih B daripada yang A. Kenapa? Karena ada unsur emosi didalamnya, orang pun cenderung ingin MENGHEMAT. Secara tidak sadar ia akan membandingkan. Inilah yang harus kita manfaatkan.

Baca juga: Cara Menarik Pelanggan Agar Membeli Produk Kita

STRATEGI #6: Gunakan Pengaruh yang Besar Pada Diri Anda di Saat Menjual

Sekilas teknis ini memanfaatkan kedudukan, namun memang begitu adanya. Findira pun tidak jarang melakukannya. Ibaratnya, bila seorang selebriti menciptakan sebuah produk, walaupun produknya jelek, bisa jadi produknya bakalan laku.

Pertanyaannya, bagaimana caranya supaya kita mempunyai Otoritas yang tinggi?

Jadilah individu yang positif. Bangunlah personal image yang bagus. Berbagilah dengan orang-orang di dekat Anda. Fokuslah pada satu bidang, tajamkan bidang tersebut. Percaya atau tidak, perlahan Anda bakal memiliki tidak sedikit ‘fans’ dan disaat itulah Otoritas Anda bakal terbentuk.

STRATEGI #7: Jangan Biarkan Percakapan Berakhir Begitu Saja, Langsung Tanya Balik

Jangan biarkan percakapan selesai seperti ini. Calon Pembeli : “Wah Harganya MAHAL!” Findira : “Iya bu, memang dari sananya mahal..” (GAGAL CLOSING). Atau seperti ini, Calon Pembeli : “Saya Nggak Butuh!”  Findira : “Oh. Yaudah deh pak…”(GAGAL CLOSING).

Coba kita perhatikan misal di atas, seluruh jawaban si penjaga kelihatan pasrah banget. Kalau kita jawabannya begitu, dapat dipastikan tidak bakal terjadi closing.

Lalu, bagaimana seharusnya? Gunakan strategi TANYA BALIK!

Contoh...

Jika calon pembeli kita mengatakan, “Wah, HARGANYA MAHAL BANGET!”, maka pilihan jawabannya merupakan:
  • “Oh iya bu memang mahal… Tapi sebelumnya minta maaf, ibu membandingkannya dengan apa ya? 
  • “Memang mahal bu.. Tapi sebentar, bukankah ibu mengharapkan produk yang paling berkualitas?” 
  • “Oh gitu… Berdasarkan keterangan dari ibu nih, berapa harga yang layak untuk produk ini?”
  • “Jika kami bisa memberi ibu sesuatu yang nyaris sama dengan harga yang lebih rendah, apakah ibu mengambilnya?”
Jika calon pembeli kita mengatakan, “NGGAK BUTUH PRODUKNYA!”, maka pilihan jawabannya merupakan:
  • “Oh begitu… Sekarang barangkali bapak tidak butuh. Tapi apakah bapak nanti tidak membutuhkannya?” 
  • “Sebentar pak, apakah bapak telah tau khasiat dari produk ini?” 
  • “Oh gitu.. Kira-kira nih menurut keterangan dari bapak, siapa rekan / saudara bapak yang memerlukan produk ini?”
Jika calon pembeli kita mengatakan, “LAGI NGGAK PUNYA UANG...”, maka pilihan jawabannya merupakan:
  • “Kalau sekiranya Saya kasih GRATIS, mau?” 
  • “Jika kami dapat mengundur pembayaran satu tahun lebih lama dan menurunkan cicilannya sampai 1 juta per bulan, apakah Anda ingin mengambilnya?”
Jika calon pembeli kita mengatakan, “PIKIR-PIKIR DULU YA...”, maka pilihan jawabannya merupakan:
  • “Apa yang tidak menghalangi Anda supaya membelinya sekarang?” 
  • “Baiklah. Hal yang apa yang membuat ibu berpikir lagi?” 
  • “Mengapa bapak masih ragu-ragu?”
Atau, andai Anda menghadapi calon pembeli dengan sekian banyak  keberatan inilah ini, maka jawabannya ialah seperti ini:

Pembeli : “Saya hubungi lagi minggu depan ya mba...”  Findira : “Apakah kiranya minggu depan akan berbeda dengan hari ini pak?”

Pembeli : “Produkya nggak cocok dengan spesifikasi yang Saya inginkan mba...” Findira : “Jika kami dapat mengindikasikan bahwa produk ini cocok dan memberi jaminan, apakah bapak bakal mengambilnya?”

Pembeli : “Saya mesti tanya suami dulu mba...” Findira : “Oh gitu... Kalau boleh tahu, kapan terakhir kali ibu menyerahkan surprise untuk suami ibu? ”.

STRATEGI #8: Kata-kata Akan Menggerakan Hati Calon Pembeli Untuk Mengeluarkan Uang dan Membeli Produk Anda

Kata-katalah yang mampu menggiring calon pembeli Anda untuk membaca seluruh penawaran Anda dan tertarik dengan produk yang Anda tawarkan. Kata-kata pula yang dapat menghipnosis calon pembeli  Anda untuk segera membeli produk Anda.

Mulai sekarang, ubahlah kata-kata yang Anda gunakan saat menawarkan dan menjual prroduk Anda. Misalnya...
  • Harga → Investasi
  • Murah → Terjangkau
  • Bonus Khusus → Bonus Spesial
  • Beli → Miliki
  • Produk → Solusi
  • Mahal → Tinggi
  • Potongan Harga → Penawaran Spesial
  • Menjual → Menawarkan Solusi
  • Penurunan Harga → Penyesuaian Harga
  • dan masih banyak lagi
Baca juga: Kata-kata Cara Mempromosikan Barang

STRATEGI #9: Jelaskan Manfaatnya, Bukan Fiturnya

Pada hakikatnya, para pembeli TIDAK PERNAH melakukan pembelian produk Anda. Mereka melakukan pembelian karena ada ‘sesuatu’ di balik produk tersebut. Orang tidak pernah melakukan pembelian shampoo, mereka melakukan pembelian karena khasiat dari shampoo  (meluruskan rambut, menghilangkan ketombe, menciptakan harum, supaya tidak rontok, menghilangkan ketombe dan tidak balik lagi, dll). Orang tidak pernah melakukan pembelian mobil, mereka membeli faedah dari mobil itu (kecepatannya, kemewahannya, simpel, bahan bakarnya yang irit, fungsional guna keluarga, dll).

Strategi TONJOLKAN MANFAAT menuntut Anda harus menguasai Product Knowledge dan detail dari produk yang kita jual. Jangan sampai saat calon pembeli kita bertanya, kita tidak tahu jawabannya.

Beberkan detail yang terdapat dalam produk dagangan atau jasa kita tanpa merugikan kita sendiri. Jelaskan untuk calon pembeli Anda, tonjolkan manfaatnya, tidak saja fiturnya.

Baiklah, sekian pembahasan dari kami. Untuk tambahan ikhtiar Anda bisa sambil berdoa supaya jualan rame pembeli, lancar, halal, barokah, dan cepat laku. Supaya Anda bertambah sukses dengan dagangan online maupun bisnis lainnya dengan amalan tersebut.

Komentar

Baca Artikel Lainnya

Contoh Pembukuan Warung Sembako Dan Cara Membuatnya

Cara Menghitung Laba Toko Kelontong Dengan Mudah

Toko Kelontong Modal 20 Juta, Begini Rincian Modal Usaha dan Cara Memulainya

Cara Menjalankan Kredit Sembako Untuk Pengusaha Pemula

Cara Bisnis Rongsok Bagi Pemula Dari Nol Sampai Sukses

Ilmu dagang sembako yang sukses dan berhasil

Kunci Sukses Jual Beli yang Menguntungkan

6 Jenis Usaha Di Daerah Pegunungan Yang Memiliki Untung Besar

Rincian Modal Toko Sembako Kurang dari 10 Juta

Info Grosir Mainan Anak Serba Seribu Untuk Anda